Catat! Ini Kriteria SDM yang Dibutuhkan di KEK MRO

Catat! Ini Kriteria SDM yang Dibutuhkan di KEK MRO

Batam - Setelah diresmikan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), PT. Batam Aero Technic terus melakukan pengembangan dan menjaring putra bangsa yang memiliki kompetensi dibidang maintenance pesawat udara.

Manager Costumer Relation, Suci Perwira Negara menagatakan, KEK MRO Batam akan menyerap 9.976 tenaga kerja hingga 2025.

Saat ini salah satu perguruan tinggi di Batam yang memiliki lulusan dibidang teknik pesawat udara telah bergabung untuk mengembangkan industri MRO pertama di Batam tersebut.

“Perguruan tinggi di Batam yang memiliki jurusan di bidang teknik pesawat udara dan telah bersertifkat hanya Politeknik Batam saja,” kata Suci. 

Untuk memenuhi kebutuhan SDM di KEK MRO, PT. Batam Aero Technic sebagai pengelola KEK MRO di Bandara Hang Nadim juga bekerjasama dengan seluruh civitas academy di Indonesia yang memiliki jurusan di bidang terkait.

“Kalau di Batam mungkin untuk SMK Penerbangan banyak tapi untuk pendidikan lanjutnya sedikit. Sedangkan tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan kualifikasi banyak,” ujar Suci.

Seluruh tenaga kerja yang bergabung di Industri MRO ini diisi oleh putra bangsa yang siap bersaing di industri penerbangan internasional. Adapun sayarat yang harus dipenuhi putra bangsa untuk bergabung di industri MRO di Batam tersebut, diantaranya, untuk Teknik pesawat udara dimana sudah bersertifikat AMTO.

Kemudian memiliki Basic License yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan Udara yang dibantu oleh teknisi pendidikan. Berpendidikan minimal diploma 3 pesawat udara, serta memiliki sertifikasi general license perjurusan.

“Terkait bidang pendidikan, disini ada beberapa profesi diantaranya tecnition, planning, dan engineering. Ini yang kami butuhkan untuk bergabung dalam industri ini. Dan butuh pendidikan hingga 5 tahun untuk mendapatkan sertifikasi itu,” terang Suci.

Saat ini KEK MRO Batam baru melayani satu maskapai Lion Air Group, karena terbatasnya kapasitas hangar. Namun ketika seluruh hangar dan fasilitasnya selesai dibangun, Industri ini juga siap menampung maskapai dari berbagai negara.

Malaysia, Vietnam, dan Myanmar merupakan negara di Asia Tenggara yang sudah masuk dalam daftar antrian klien luar negeri.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews