Tarik Minat Investor, BP Batam Kembangkan KEK Hang Nadim

Tarik Minat Investor, BP Batam Kembangkan KEK Hang Nadim

BP Batam akan terus mengembangkan KEK Hang Nadim (Foto:ist)

Batam - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Hang Nadim menjadi nadi baru ekonomi Batam pasca diresmikan sebagai kawasan khusus. Untuk meningkatkan daya saing di bidang industri, KEK Hang Nadim Batam juga terus melakukan berbagai pengembangan.

Pengembangan tersebut diantaranya pengembangan KEK Batam Aero City, logistik dan halal hub, serta pengembangan berorientasi transit (LRT). Pengembangan KEK ini dilakukan untuk memikat dan menarik minat investor dalam berinvestasi di kawasan tersebut.

Saat ini pengembangan yang sudah berjalan adalah pembangunan hanggar di KEK Batam Aero City. Pembangunan ini terus dilakukan dilahan seluas 1.700 hektare di Bandara Hang Nadim Batam.

Tidak hanya mencakup aktivitas Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO). Di lahan seluas 1.700 hektare ini, rencananya juga akan merangkul manufaktur komponen suku cadang pesawat terbang, pergudangan, distribusi hingga mencakup jasa perhotelan.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Harlas Buana mengatakan, pengembangan KEK MRO ini direspon positif oleh investor.

Salah satu agenda promosi KEK Hang Nadim Batam dilakukan oleh BP Batam pada acara Road to Indonesia Investment Day Oktober 2020 lalu.

Proyek investasi di KEK Hang Nadim tersebut telah ditawarkan oleh tim KEK BP Batam via one on one meeting melalui daring kepada investor.

"Alhamdulillah mereka mengaku tertarik dan menaruh minat yang tinggi untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan BP Batam," ungkap Harlas.

Indonesia Investment Day merupakan proyek kolaborasi Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, KBRI untuk Singapura, dan BP Batam.

Ada tiga pelabuhan di Batam yang ditunjuk sebagai pintu masuk investor dalam rencana pengembangan Travel Coridor Agreement. Yakni Pelabuhan Harbourbay, Pelabuhan Batam Center, dan Nongsa.

(ADV)