Kemenlu dan Kemenkes Tinjau Pelabuhan Internasional Batam Centre Jelang TCA

Pejabat Kemenlu, Denny Abdi dan Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat saat di Pelabuhan Batam Centre

Batam - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengecek Pelabuhan internasional Batam Centre, Rabu (21/10/2020).

Tim memastikan kesiapan pelabuhan yang akan dibuka sesuai travel corridor arrangement (TCA) kesepakatan dengan Singapura di masa pandemi ini.

Pejabat Kemenlu RI, Denny Abdi mengatakan, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan TCA dengan Singapura dapat memenuhi harapan kedua belah pihak. TCA ini berupa corridor essential traveler.

“Kenapa essential, karena memang masih terbatas karena kondisi Covid-19,” ujar Denny usai meninjau kesiapan pelabuhan Batam Centre.

Tujuan yang dimaksud yaitu memastikan semua orang yang memanfaatkan TCA ini dapat berangkat dan pulang dari perjalanan dalam keadaan sehat. Setelah itu rasa kepercayaan bisa bertumbuh. “Kalau trust (kepercayaan) itu tumbuh, maka ke depan bisa buka lebih banyak lagi,” kata dia.

Mengenai pintu masuk Singapura ke Indonesia melalui Batam yang diputuskan satu pintu saja, dari diskusi dengan Pemerintah Singapura, Denny menyampaikan bahwa mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Pemerintah Singapura menyarankan agar satu pintu masuk bandar udara yaitu Bandara Soetta dan satu pintu Pelabuhan di Batam. Karena TCA ini masih bersifat uji coba.

“Kalau bandara sudah diputuskan, tetapi untuk pelabuhan belum, namun dari segi kesehatan dan imigrasi, yang paling siap itu Pelabuhan Batam Centre,” jelasnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat mengatakan dari hasil peninjauan, pihaknya telah memastikan protokol kesehatan sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). “Tadi kami memastikan simpul-simpul kesehatan sesuai SOP,” ujar Budi.

(ret)