Viral Kisah Calon Taruna Akpol Digagalkan Virus Corona, Ini Klarifikasi Polda Kepri

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt. (Foto: Dok. Batamnews)

Batam - Media sosial diramaikan cuitan di Twitter tentang seorang perempuan yang gagal lolos tes Akademi Polisi (Akpol) di tingkat pusat karena dikonfirmasi positif Covid-19.

Dalam utas yang dibuat oleh pemilik akun @siap_abangjagoo tersebut, dia menceritakan dirinya gagal tes seleksi masuk Akpol di tingkat pusat karena dinyatakan positif covid-19 sebelum tes kedua di Surabaya. Sebelumnya ia sudah menjalani tes di tingkat Polda Kepri.

Namun perempuan yang diketahui berasal dari Kota Batam tersebut membantah 'vonis' positif Corona lewat tes mandiri yang dilakukan di klinik maupun rumah sakit (RS).

“Jadi, kemarin itu aku daftar ikut seleksi Akpol, masih seleksi daerah sih. Tapi, Alhamdulillah aku ranking 1 se-provinsi, udah sampai sidang akhir, terus berhak untuk melanjutkan tes ke tingkat pusat," begitu bunyi cuitan milik @siap_abangjagoo tersebut di akun twitternya.

Dalam utas yang dibuatnya, dia bahkan menampilkan hasil rapid test yang dilakukan untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti tes di tingkat pusat yang hasilnya menunjukkan hasil negatif COVID-19.

“Terus, sorenya datang orang dari Polda ke rumahku. Ngasi kabar kalau aku dinyatakan positif covid, tapi ngga ada bukti tertulis resmi kalau aku emang beneran positif covid. Yaudah, intinya gabisa berangkat aja gitu alias gugur," katanya.

Merasa ada yang aneh dengan hasil tersebut, dia lalu melakukan test swab mandiri di salah satu klinik. Berdasarkan hasil test swab tersebut, dia dinyatakan negatif COVID-19.

 

Twitter @siap_abangjagoo

@siap_abangjagoo juga menampilkan hasil rontgen dan rapid ECLIA, untuk menguatkan keyakinannya terhadap vonis yang dianggapnya salah itu. Akun @siap_abangjagoo juga menyatakan bahwa dia bukan satu-satunya yang gugur seleksi Akpol ke tingkat pusat setelah 'divonis' positif Corona.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhartd saat dikonfirmasi menjelaskan permasalahan tersebut. Harry menjelaskan bahwa apa yang dialami oleh bakal calon Akpol itu sudah sesuai prosedur.

“Semua calon Taruna dan Tantama yang dinyatakan lulus sebelum berangkat di test swab, sesuai perjanjian awal. Di awal juga sudah dibuat surat perjanjian dengan mereka dan mereka sudah memahami serta menyetujui tidak akan mempertentangkan hasil pemeriksaan,” ujar Harry kepada batamnews, Jumat (7/8/2020).

Atas cuitan yang viral tersebut, Harry menyayangkan sikap tersebut. Dia melihat ini adalah tindakan yang kurang bijak.

“Kalau memang ingin menanyakan silahkan ke Inspektorat, Propam, atau bisa juga ke Kompolnas. Nanti di sana kota buka semua, apakah ada indikasi kecurangan. Kami tidak adalah seperti itu, itu terlalu terhinalah kalau kami mau menjatuhkan nasib orang lain,” kata Harry.

Harry menyebutkan bahwa, Taruna tersebut juga tidak ada melaporkan kecurigaannya tersebut ke pihaknya (Polda Kepri), malah langsung menyebarkan ceritanya ke media sosial.

“Iya, tapi ya sudahlah. Kalau saya melihat ini tindakan yang kurang bijak, saya sangat menyayangkan sajalah,” ucap Harry.

(ude)