Sekolah di Batam Dibuka Kembali: Sistem Sif, Durasi Belajar Dikurangi

Sekolah di Batam Dibuka Kembali: Sistem Sif, Durasi Belajar Dikurangi

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan

Batam - Proses pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah Batam, Kepulauan Riau akan dimulai kembali pada pertengahan Agustus 2020 mendatang. Pemerintah menerapkan sistem sif dalam pembelajaran di tengah pandemi Corona.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan ada sekitar 20-30 persen dari jumlah sekolah baik tingkat SD maupun SMP Negeri yang masih memiliki dua sif saat proses belajar mengajar. 

Untuk normalnya, sekolah-sekolah tersebut tidak mengalami kendala melaksanakan proses belajar mengajar. Namun ketika akhirnya tatap muka di sekolah diputuskan pada pertengahan bulan depan, hal ini menjadi persoalan tersendiri. 

“Kalau dua sif, mau tidak mau dilakukan secara bergiliran,” ujar Hendri usai pertemuan dengan Kepala Sekolah serta unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Batam di Engku Putri, Kamis (30/7/2020). 

Ia menjelaskan dengan dua sif ini, setiap kelas terdiri 40 orang, maka akan dibagi dua sehingga menjadi 20 orang per kelas agar tetap menjaga jarak. Setelah itu, kelompok pertama akan belajar di sekolah, dan sisanya belajar secara daring.

“Jadi begitu bergantian, paling tidak pelan-pelan menguraikan masalah, karena Batam juga sudah masuk zona kuning,” katanya.

Durasi Dikurangi

 

Hendri juga menyampaikan, saat dirinya mengikuti rapat bersama dengan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI secara daring, dibahas mengenai untuk merevisi surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri. 

“Selama ini (zona) hijau yang boleh tatap muka, bagaiamana kalau diusulkan kuning juga tatap muka,” katanya.

Baca: Sekolah di Batam Dibuka Kembali Pertengahan Agustus

Lalu terkait sekolah yang menerapkan full day school, pihaknya mewajibkan untuk mengikuti pembelajaran dengan kurikulum saja namun dikurangi durasinya.

“Rata-rata kalau SMP itu 7 jam pelajaran, setiap satu jam pelajaran terdiri 40 menit, jadi kita kurangi jam pelajarannya serta durasinya,” jelasnya. 

Terakhir, pada saat proses belajar pembelajaran dilakukan secara tatap muka di sekolah, para siswa tidak diberikan jam istirahat. Pihaknya juga meminta agar kantin tidak dibuka dulu.

“Tidak ada istirahat, bawa bekal saja, tidak ada olahraga,” katanya.

(ret)