Jaringan Telekomunikasi di Mentuda Belum Normal, Kominfo: Teknisi Segera Turun

Jaringan Telekomunikasi di Mentuda Belum Normal, Kominfo: Teknisi Segera Turun

Ilustrasi

Lingga - Jaringan telekomunikasi yang dipancarkan tower mini di Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, hingga hari ini masih belum normal. Warga setempat pun masih kesulitan menghubungi sanak keluarga di luar daerah.

Informasi yang diperoleh Batamnews, beberapa waktu lalu sudah ada teknisi turun ke Mentuda memperbaiki tower tersebut. Namun, setelah sepekan diperbaiki, sinyal yang ada pun masih belum begitu kuat.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kominfo di Setretariat Daerah (Setda) Lingga, Ady Setiawan pun membenarkan bahwa teknisi sudah turun ke lokasi. Ia juga mengakui, bahwa sinyal tersebut masih lemah.

Baca: Kominfo Lingga Jajaki Telkomsel Tanjungpinang Bahas Jaringan Telekomunikasi Mentuda

"Jadi gini, pada satu perangkat tower mini itu terdiri dari beberapa perusahaan pendukung. Misalkan untuk power, itu satu perusahaan, untuk V-Sat nya dari anak perusahaan Telkom (Telkomsat)," kata dia kepada Batamnews, Senin (29/6/2020).

Kemudian lanjut Ady, untuk BTS-nya juga satu perusahaan, begitu juga dengan networking. "Jadi ada beberapa tim teknisi yang sudah turun dari beberapa waktu kemarin," sebutnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang di dapat, khusus tower mini di Desa Mentuda, kerusakan terjadi di powernya. Namun, teknisi akan segera turun untuk melakukan perbaikan.

"Tadi saya ketemu dengan teknisinya. Besok kata mereka akan bergerak ke Mentuda," pungkas Ady.

Baca: Perjuangan Mahasiswi Mentuda di Lingga Kuliah Online: Naik Bukit di Tengah Hutan Cari Sinyal

Sebagaimana diketahui, jaringan telekomunikasi yang dipancarkan tower mini di Desa Mentuda mendadak hilang sejak beberapa bulan lalu, atau sebelum lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah. Akibatnya, warga setempat pun kesulitan untuk melakukan panggilan telpon dan mengirimkan pesan singkat (sms) kepada keluarga di luar desa.

Mereka pun terpaksa kembali ke cara lama, yakni dengan menggantungkan handphone mereka di dinding rumah. Ini dilakukan warga untuk mendapatkan sinyal.

(ruz)