Legenda F1 Michael Schumacher Akan Jalani Operasi Sel Otak
Michael Shumacher, legenda Formula Satu.
Batam - Kabar terkait legenda Formula 1, Michael Schumacher sangat jarang terekspos ke permukaan. Sejak mengalami kecelakaan parah saat bermain ski pada 2013 atau enam tahun lalu, informasi terkait kondisinya sangat jarang terdengar.
Schumacher sebelumnya menderita cedera kepala serius. Sejak itu keluarga Schumacher tampak tertutup terkait kondisinya ke publik.
Ia mengalami benturan di kepala akibat terjatuh saat bermain ski pada 29 Desember 2013. Saat itu, Schumi ditemani putranya Mick. Schumi dilaporkan menderita cedera otak parah. Ia diterbangkan ke rumah sakit dan mengalami koma.
Ia kembali pulang ke rumah usai menjalani perawatan selama 254 hari. Namun baru-baru ini, tersiar lagi kabar bahwa pria berdarah Jerman itu akan kembali menjalani operasi beberapa hari mendatang.
Diberitakan Media Italia, Contro Copertina yang dilansir Daily Mail, mengabarkan, jika Schumi akan menjalani operasi sel induk (stem sel) di otak, ditangani oleh Dr Philippe Menasche, seorang profesor dari Prancis.
Dr Nicola Acciari, seorang ahli bedah saraf terkemuka, mengatakan, Schumacher menderita osteoporosis dan atrofi otot, karena dia tidak dapat bergerak sejak kecelakaan di Meribel, French Alps, Prancis pada tahun 2013. "Tujuannya adalah untuk meregenerasi sistem saraf Michael," kata Acciari.
"Selama 20 tahun terakhir, ilmu pengetahuan telah membuat kemajuan besar dengan perawatan sel induk. Tetapi masih saja saat ini kita tidak tahu banyak tentang otak manusia. Kami tidak dapat mengatakan apa hasilnya nanti." sebutnya
Bulan lalu, mantan rekan setimnya Felipe Massa menemui Schumacher saat berada dalam masa sulitnya. "Saya tahu bagaimana dia (Schumacher), saya punya informasi," kata Massa.
"Hubungan saya dengannya selalu sangat dekat. Tapi saya kurang dekat dengan istrinya Corinna karena dia jarang ikut ke sirkuit balapan. Tapi saya pikir hal utama tentang semua ini adalah kita tahu bahwa situasinya tidak mudah. Dia berada dalam fase yang sulit tetapi kita perlu menghormatinya dan keluarganya," sebut Massa.
Komentar Via Facebook :