PLN Batam `Menjarah` Warga

PLN Batam `Menjarah` Warga

Uba Ingan Sigalingging

DI TENGAH situasi Pandemi Covid 19 saat ini, warga Kota Batam dikejutkan dengan membengkaknya tagihan biaya listrik. Tidak mengherankan jika sebahagian besar warga berteriak dan mempertanyakan kenaikan pembayaran tagihan listrik tersebut.

Sementara pihak PLN Batam yang bertanggungjawab atas membengkaknya tagihan pembayaran listrik sampai saat ini hanya berdalih bahwa situasi Covid 19 membuat mereka tidak melakukan pencatatan secara manual sebagaimana mestinya. 

Begitu juga halnya dengan besaran biaya yang dibayar oleh masyarakat, tidak ada penjelasan yang memuaskan. Pihak PLN Batam hanya mengatakan akan mengembalikan kelebihan pembayaran melalui pemotongan biaya tagihan listrik berikutnya. 

Justru dalam situasi pandemi Covid 19 saat ini, seharusnya PLN Batam diharapkan bisa berperan membantu meringankan beban warga. Kalaupun tidak bisa menunda pembayaran, janganlah menaikkan biaya tagihan listrik seperti yang terjadi saat ini.

Patut diragukan dan harus dipertanyakan alasan PLN Batam tidak melakukan pencatatan lapangan secara manual. Apalagi masyarakat yang haris melaporkan pemakaian listrik kepada pihak PLN Batam.  

Alasan PLN tersebut menurut kami hanya kamuflase  untuk mengelabui masyarakat untuk menaikkan tagihan rekening listrik. Sepertinya PLN sejak awal sudah merencanakan untuk menaikkan tagihan listrik warga tersebut. 

Sementara kasus kenaikan tagihan listrik saat ini tidak terjadi pada tagihan Air. PT ATB tetap melakukan pencatatan secara manual. Jika dilihat dari sisi besaran tagihan, tentu tagihan listrik jauh lebih besar dari tagihan air. Tapi justru PLN Batam sengaja tidak melakukan pencatatan secara manual dengan alasan keselamatan atas petugas dari bahaya Covid 19. 

Alasan PLN Batam tidak melakukan pencatatan secara manual karena bahaya Covid 19 justru berbanding terbalik dengan kenaikan tagihan listrik yang mereka lakukan. Di satu sisi mereka takut petugasnya terkena Covid 19, namun di sisi lain mereka tanpa merasa bersalah menjarah warga dengan menaikkan tagihan listrik.

Penjarahan melalui kenaikan pembayaran rekening listrik ini bukan saja tidak etis tetapi juga sudah masuk dalam kategori tindakan koruptif. Kenaikan tagihan listrik sepertinya disengaja untuk memastikan bahwa PLN Batam mendapatkan keuntungan di tengah-tengah wabah Covid 19 saat ini.  

Dengan kasus kenaikan tagihan listrik saat ini, saya berharap pihak penegak hukum turun tangan untuk memeriksa pihak PLN Batam. Masuknya penegak hukum untuk memeriksa pihak PLN Batam dianggap penting untuk memastikan bahwa perusahaan itu mempertanggungjawabkan kerugian yang ditanggung oleh masyarakat atas kenaikan tagihan listrik saat ini. Hal ini juga sekaligus sebagai upaya mencegah kesewenang-wenangan PLN Batam.

 

Penulis: Uba Ingan Sigalingging

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kepri.


Berita Terkait