Direktur PDAM Natuna Empat Bulan Tak Ngantor, Kenapa?

Direktur PDAM Tirta Nusa Kabupaten Natuna, Hendro. (Foto: Yanto/Batamnews)

Natuna - Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nusa Kabupaten Natuna, Hendro ditengarai tidak masuk kantor dalam beberapa bulan terakhir. 

Informasi yang diperoleh Batamnews, Hendro melakukan perjalanan dinas ke Jakarta semenjak bulan Januari 2020 dan sampai saat ini belum kembali ke Natuna. 

Kepala Bagian Umum PDAM Tirta Nusa Natuna, Febri Amirudin menceritakan Hendro pergi ke Jakarta pada Januari lalu guna mencari material pipa air. Direncanakan, dia kembali ke Natuna pada awal Februari 2020.

Namun belum sempat Hendro kembali, ada kabar keluarga istrinya meninggal di Purwakarta, Jawa Barat. Dia pun bergegas ke sana, disusul istrinya yang saat itu masih berada di Natuna.

Saat urusan keluarga kelar, Hendro kemudian ke Jakarta dan hendak kembali ke Natuna. Namun dikarenakan Jakarta sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Hendro pun tertahan di ibukota hingga hari ini.

"Hal ini yang membuat dia tidak bisa kembali sesuai jadwal. Namun hal ini sudah dikonfirmasikan dengan badan pengawas PDAM dan juga Bupati Natuna. Jadi sudah tidak menjadi masalah lagi," kata Febri, saat dikonfirmasi akhir pekan lalu. 

Sementara, Hendro yang dikonfirmasi membenarkan dirinya saat ini masih berada di Jakarta. Dia bersama keluarganya tidak berani keluar Jakarta karena daerah itu merupakan zona merah Covid-19. 

"Awalnya saya sudah ingin kembali jauh-jauh hari namun karena saya bersama anak saya yang masih balita jadi sangat berisiko bila harus tetap nekat untuk menempuh perjalanan di tengah pandemi Covid saat ini. Apalagi daerah yang akan kami lalui merupakan wilayah zona merah," kata Hendro. 

"Karena itu saat ini kami masih tertahan di Jakarta. Untuk keluar rumah saja kami takut, pak. Tapi saya berencana balik ke Natuna bila jalur transportasi sudah dibuka kembali," imbuh dia. 

Salah satu anggota Badan Pengawas PDAM Natuna Ridwan Khairudin membenarkan Hendro telah berkordinasi dengan oihaknya dan juga Bupati Natuna.

"Untuk kordinasi dan konsultasi mengenai pekerjaan bisa dilakukan via online, lagipun ketiadaan Dirut di tempatnya tidak mempengaruhi kinerja dan pelayanan PDAM terhadap masyarakat, jadi menurut saya tidak jadi masalah," kata Ridwan. 

Dia juga menyebutkan, terkait susahnya akses air bersih di Kota Ranai beberapa bulan ini tidak ada hubungannya dengan ketiadaan direktur, namun dikarenakan debit air memang menurun. 

(Yan)

Berita Terkait