Minim Kasus Covid, Bupati Rafiq Optimis Karimun Bisa Terapkan New Normal

Minim Kasus Covid, Bupati Rafiq Optimis Karimun Bisa Terapkan New Normal

Aunur Rafiq. (Foto: Dok. Batamnews)

Karimun - Pemkab Karimun mulai membahas pelaksanaan ibadah salat jumat dan salat berjamaah di masjid. Pandemi Covid-19 yang tak tahu kapan akan berakhir, membuat pemerintah beradaptasi dengan situasi ini, yakni dengan mengaplikasikan new normal.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, salah satu hal vital yang menjadi perhatian dalam New Normal yakni pelaksanaan ibadah secara berjamaah.

"Jadipun walau belum turun (surat edaran), kami sudah membahas untuk kembali melaksanakan. Mungkin jumat ini telah dapat dilakukan dengan menerapkan protokoler kesehatan," Kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq, saat diwawancara wartawan.

New normal menjadi suatu pilihan yang harus dijalankan untuk menghadapi pandemi Covid-19, agar perekonomian dan aktivitas masyarakat tidak lumpuh. Apalagi pemerintah pusat mengisyaratkan jika new normal bisa dilakukan daerah yang tingkat penularan Covid-19-nya di bawah 1 persen.

Masa new normal atau tatanan kehidupan baru ini akan membuka kembali akses perekonomian dan lainnya, namun dengan menyesuaikan protokol kesehatan.

Tidak hanya untuk beribadah. Pemerintah Daerah dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 juga melaksanakan rapat untuk kembali dibukanya akses perekonomian.

Seperti rumah makan, restoran, kedai kopi, pasar malam hingga mini market. Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemilik usaha, seperti protokol kesehatan yang diutamakan.

"Tetapi protokolernya kita siapkan. Kita akan atur. Mungkin rumah makan yang buka meja jangan terlalu padat," ucap Rafiq.

Selain itu beberapa hal yang akan dibahas adalah terkait jam malam.

Adapun alasan pembahasan beberapa aspek tersebut diantaranya adalah adanya surat edaran dari Gubernur Kepri dan melihat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Karimun.

Rafiq meminta kepada masyarakat dan juga pelaku usaha untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan.

"Apabila semuanya kembali dibuka, maka harus disertai penerapan protokoler kesehatan, social distancing dan physical distancing. Kemudian hal lain juga harus diterapkan, seperti wajib menggubakan masker dan memperbanyak tempat cuci tangan," kata Rafiq.

Hingga H+4 Idul Fitri, tidak ada penambahan kasus baru Covid-19 di Kabupaten Karimun. Penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan jika tidak ada lagi kasus penambahan, Karimun bisa dikatakan sebagai zona hijau.

"Kalau tidak ada penambahan dan transmisi lokal, maka mudah-mudahan kita tidak lagi zona kuning dan sudah memasuki zona hijau," kata Rafiq.


Penerapan New Normal di Karimun

 

Penerapan new normal di Kabupaten Karimun akan segera dibahas untuk wacana pelaksanaannya.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun masih akan melakukan rapat koordinasi terkait hal tersebut.

"Kita masih wacana untuk menuju konsep new normal. SOP atau Protapnya belum kita terima," ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Dikatakan Rafiq, dengan kondisi terkini Covid-19 di Kabupaten Karimun. Kabupaten Karimun berkemungkinan akan dapat melaksanakan konsep new normal tersebut.

"Kalau kita melihat Covid di tempat kita, Insya Allah. Tapi untuk new normal ada beberapa indikator yang harus disiapkan. Itu yang harus kita matangkan," katanya.

Namun demikian, Pemkab Karimun hingga kini belum menerima arahan semisal standar atau prosedur pelaksanaan New Normal dari Pemprov Kepri.

"Kita berterimaksih juga dengan adanya new normal ini. Tapi untuk SOP dan protapnya kan belum turun ke kita," ucap Rafiq.

(aha)