Wuhan Mulai Pulih, Industri Perhotelan Malah di Ambang Kehancuran

Wuhan Mulai Pulih, Industri Perhotelan Malah di Ambang Kehancuran

Kota Wuhan yang lengang saat lockdown beberapa waktu lalu. (Foto: SCMP)

Wuhan - Industri perhotelan dan apartemen di Wuhan, China berada di ambang kehancuran setelah virus corona merebak sejak awal tahun ini.

Semenjak Wuhan memberlakukan lockdown pada 23 Januari, seluruh hotel dan apartemen benar-benar sepi pengunjung. Bisnis turun secara drastis dan tidak ada peningkatan sejak kota akhirnya dibuka kembali pada 8 April.

“Lebih dari 80 persen tamu kami adalah turis atau orang yang sedang berbisnis. Saat ini sebagian besar takut bepergian,” kata Ma Ling, pemilik bisnis di distrik Chuhe Hanjie.

Dia menambahkan, jika ini berlangsung, dirinya akan bangkrut dalam waktu dua bulan dan harus berkemas dan pulang.

 

Minta bantuan pemerintah

Pada Senin (13/4/2020) lalu, ia bergabung dengan ratusan manajer hotel dan persewaan flat lainnya di Wuhan dalam mengirim surat kepada pemerintah setempat meminta untuk bantuan.

Bantuan diajukan mengingat bisnis mereka sedang terpuruk karena harga sewa yang tinggi, biaya, dan permintaan pasar yang tidak optimal.

"Kami memperkirakan gelombang besar dari hotel menengah dan kecil dan apartemen akan mengalami penutupan sekitar Mei atau Juni, diikuti oleh pengangguran," kata surat itu.

Mereka meminta pemerintah daerah untuk membuat kebijakan preferensial seperti subsidi, jaminan pinjaman, potongan harga sewa, iklan dan kupon yang dapat membantu memulihkan bisnis mereka.

Ratusan manajer hotel di Wuhan berkumpul bersama pada 24 Januari, sehari setelah Wuhan dikunci, untuk secara sukarela menyediakan perumahan bagi staf medis.

Wuhan tidak melakukan lockdown lagi, tetapi pengunjung malah menjauh.

Surat tersebut mengatakan bahwa selama perjangkitan wabah, akomodasi gratis yang mereka sediakan setara dengan 200.000 menginap senilai sekitar 20 juta yuan (2,8 juta dolar AS).

Sekarang ketika kota dibuka kembali dan orang-orang secara bertahap kembali bekerja, hotel-hotel berjuang untuk membayar, air dan listrik, gaji dan pinjaman.

(gea)