Pembunuhan Pengantin Baru di Batam

Polisi Dalami Kemungkinan Chintya Dijemput Seseorang Menggunakan Mobil di Jodoh Centre

Polisi Dalami Kemungkinan Chintya Dijemput Seseorang Menggunakan Mobil di Jodoh Centre

Foto Chintya semasa hidup

Nurul

BATAMNEWS.CO.ID, Bintan  - Memasuki hari keempat kematian Chintya Tri Prasetya (17), polisi belum mengungkap siapa pelaku pembunuhan pengantin baru ini.

Sampai Senin (10/8/2015) kemarin belasan saksi telah diperiksa dan beberapa alat bukti juga sudah diamankan namun petunjuk yang ditemukan polisi masih minim.  

Meski demikian pemeriksaan dan penyelidikan kasus ini terus dilakukan. Polisi kini mendalami lokasi terakhir Chintya ketika korban diketahui pamit ke ibu mertuanya untuk membeli sarapan pagi.

Pagi itu, sekira pukul 07.00, wanita yang baru menikah dengan Diva pada 31 Juli itu pamit ke mertunya hendak membeli lontong sayur di sekitar Bengkong Shopping Centre. Korban meninggalkan rumah mertunya dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah.

Namun sekira dua jam kemudian, atau sekira pukul 09.00, pengantin baru ini ditemukan tewas di parit, tak jauh dari Hotel Vista, Baloi. Di lokasi, polisi menemukan kunci motor korban. Setelah dilakukan pengembangan, sepeda motor korban ternyata  ditemukan di Jodoh Centre, Bengkong.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yoga Buanadipta Ilafi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki posisi terakhir korban karena sepeda motornya ditemukan di Jodoh Centre, sementara pagi itu korban izin ke Bengkong Shopping Centre untuk membeli sarapan.

"Kita masih mendalami siapa yang mengajak korban bertemu di Jodoh Centre, termasuk kemungkinan korban dijemput seseorang di situ, lalu akhirnya korban ditemukan tewas tak jauh dari Hotel Vista," kata Yoga, Senin (10/8/2015).
 
Sejak menikah dengan lelaki bernama Diva, Chintya diketahui tinggal di rumah mertuanya di Bengkong Aljabar Blok B No 8.

Kakak korban, Fahmi, mengatakan sebelum adiknya ditemukan tewas, ayah mertua korban datang ke rumahnya di Bengkong Kartini mengatakan bahwa Chintya belum pulang ke rumah (Bengkong Aljabar) sejak keluar membeli sarapan.

"Mertuanya sempat datang ke rumah marah-marah. Dia datang ke sini (Bengkong Kartini) karena korban belum pulang dari pagi saat keluar membeli lontong," beber Fahmi.

Fahmi mengaku, awalnya tidak percaya ketika ditelepon polisi bahwa Chintya meninggal. Tapi, tak lama kemudian polisi datang ke rumahnya dan menunjukkan kunci dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditemukan di TKP.

"Ini kunci siapa," ucap Fahmi menirukan ucapan polisi yang datang ke rumahnya. Setelah mengenali kunci dan KTP tersebut, barulah Fahmi memastikan bahwa mayat yang ditemukan polisi adalah adiknya.

[isk]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :