Migas Center di Kampus UPB Batam Jadi yang Pertama di Kepri

Migas Center di Kampus UPB Batam Jadi yang Pertama di Kepri

Peresmian Migas Center di UPB (Foto: ist)

Batam - Kampus Universitas Putera Batam (UPB) kini memiliki Migas Center. Hal ini terealisasi atas sinergi UPB dengan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan KKKS Wilayah Kepulauan Riau (Medco E&P Natuna Ltd, Premier Oil Natuna Sea BV dan Star Energy (Kakap) Ltd).

Sinergi ini disebutkan untuk menciptakan SDM unggul di Kepulauan Riau (Kepri). Migas Center ini diresmikan langsung oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Avicenia Darwis, Rabu (5/2/2020).

Persemian dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Febrialin, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili Kabid Energi Ade Fahmi, Rektor UPB, Nur Elfi Husda.

Nur Elfi mengapresiasi SKK Migas Sumbagut dan KKKS Wilayah Kepri yang sudah bersedia memilih UPB dalam pendirian Migas Center.

Ia berharap keberadaan Migas Center ini memberikan manfaat bagi semua komponen. Termasuk juga kepada vendor lokal, Thesko. "Sehingga Migas Centre ini seharusnya dapat menjadi rumah kedua bagi mahasiswa UPB tentunya," ujar Nur.

Migas Center nantinya akan terbuka untuk semua kalangan dan dapat digunakan sebagai sumber informasi tentang kegiatan usaha hulu migas di Kepri.

"Kami sudah merencanakan program-program di Migas Center yang bertujuan untuk mengedukasi seluruh masyarakat tentang oil and gas di Provinsi Kepri. Selain itu, keberadaan Migas Center merupakan salah satu unsur dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Putera Batam", katanya.

VP Relations & Security Medco E&P Natuna, Drajat Panjawi mewakili KKKS Wilayah Kepulauan Riau menyampaikan bahwa Pendirian Migas Center ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam peningkatan mutu pendidikan dan pengetahuan tentang industri Migas.

“Migas Center ini dibangun dengan konsep milenial sehingga melalui konsep ini, kami berharap kegiatan di migas center Universitas Putera Batam dapat lebih optimal dan produktif”, ujar Dradjat.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Avicenia Darwis menyampaikan, pendirian Migas Center diharapkan dapat menjadi pusat informasi dan edukasi tentang hulu migas di Kepri melalui sosialisasi.

“Migas Center ini hadir dalam rangka menjawab tantangan masa depan. Kami berharap, mahasiswa yang tergabung dalam Oil and Gas Community dapat menjadi duta SKK Migas dan KKKS dalam mensosialisasikan industri hulu migas kepada masyarakat,” ujar Avicenia.

Ia juga menambahkan Oil and Gas Community bisa memberikan stimulus kepada komunitas lain untuk mempelajari hulu migas yang ada di Indonesia.

“Nantinya kami akan mendatangkan para ahli migas ke Migas Center utuk berbagi pengalaman mengenai industri hulu migas dan bidang-bidang ilmu yang lain," kata dia.

Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Febrialin mewakili atas nama Pemerintah Kota Batam sangat meyambut baik kehadiran Migas Center di Universitas Putera Batam serta mengucapkan terimakasih kepada SKK Migas Sumbagut yang sudah menginisiasi kehadiran Migas Center di Kota Batam.

“Hadirnya Migas Center ini diharapkan dapat menumbuhkan kreatifitas mahasiswa untuk lebih berkembang. Semua Jurusan dan disiplin ilmu juga harus bergabung dengan Migas Center karena di Industri Hulu Migas tidak hanya meliputi Jurusan Perminyakan dan Pertambangan Saja”, ujar Febrialin.

Migas Center Universitas Putera Batam merupakan Migas Center keempat yang diresmikan di Wilayah operasional SKK Migas Perwakilan Sumbagut.

Sebelumnya Migas Center telah diresmikan di Universitas Andalas Padang, Universitas Islam Riau di Pekanbaru dan Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe. Dalam peresmian Migas Center ini juga dilaksanakan kuliah umum pengenalan industri hulu migas.

(ret)