Pemprov Kepri Gandeng UGM Susun Perencanaan Pembangunan
Barenlitbang Kepri Naharuddin dan Rektor UGM Panut Mulyono usai penandatanganan nota kesepahaman. (Foto: istimewa)
Yogyakarta - Perencanaan pembangunan daerah merupakan hal yang penting untuk mewujudkan arah pembangunan Kepulauan Riau, terlebih jika didukung sumberdaya yang unggul dan mumpuni.
Hal tersebut Kepala Barenlitbang Kepri Naharuddin dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Universitas Gajah Mada dan Pemerintah Provinsi Kepri.
"Kepri harus mampu menyusun dokumen perencanaan yang baik dan mampu mengakomodir segala isu kedaerahan, nasional, regional maupun global. Juga harus memberikan solusi yang cepat untuk menjawab segala tuntutan di masyarakat," kata Nahar saat penandatangan nota kesepahaman di Ruang Multimedia UGM, Yogyakarta, Selasa (4/2/2020).
Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan Isdianto dan Rektor UGM Prof Panut Mulyono. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatangan antara UGM dan Pemkab Kebumen, Pemkab Manggarai Timur, Pemkab Paser dan Universitas Palangkaraya.
Usai penandatanganan nota kesepahaman, dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Nahar dan Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto. Nota kesepahaman ini berlaku empat tahun sejak ditandatangani.
Tujuan nota kesepahaman bersama ini untuk memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki Pemprov Kepri dan UGM, guna mendukung pemberdayaan dan peningkatan akselerasi peningkatan kualitas SDM di Kepri dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi
Nahar menambahkan, dalam menyusun dokumen perencanaan baik jangka pendek/tahunan, jangka menengah dan jangka panjang, Kepri sangat memperhatikan kualitas substansi dan dokumen yang disusun.
Menurut Nahar, tahun ini, Kepri akan melangsungkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.
Sesuai amanat Permendagri Nomor 86 tahun 2017, tentang tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah untuk menyusun Background Study Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rancangan Teknoratik RPJMD tahun 2021-2024.
Kemudian, kata Nahar, pada tahun 2021 Rancangan Teknoratik RPJMD itu akan dismpurnakan menjadi tancangan akhir RPJMD dengan memuat pendekatan politis dari RPJMD melalui visi, misi, tujuan, sasaran dan sterategi pembangunan dari kepala daerah terpilih.
"RPJMD Tahun 2021-2024 yang akan disusun nanti merupakan tahapan terakhir dari pelaksanaan dan penjabaran RPJMD Kepri 2005-2025. Untuk itu akan banyak penjabaran target capaian baik RPJPD, RPJMD dan RKPD tahunan yang akan dicapai dan dilaksanakan," jelas Nahar.
Nahar menambahkan, mengingat kompleksitas isu strategis, permasalahan dan kebijakan yang akan disusun ke depannya, maka Kepri membutuhkan analisis yang tajam dan berkualitas dalam penyusunan dokumen perencanaan.
Rektor UGM Panut Mulyono berterima kasih atas kepercayaan Pemprov Kepri. UGM, kata Rektor, selalu mengabdikan dirinya dan selalu ingin mengkontribusikan universitas ini untuk kemajuan dan perkembangan masyarakat Indonesia.
Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini akan memberikan tanggung jawab bersama untuk selanjutnya mengisi kegiatan yang diselenggarakan untuk kemajuan pemerintah provinsi dan kabupaten dan mitra UGM.
"Mudah-mudaham setelah pendantanganan ini rencana kegiatan rinci yang bisa kita tindak lanjuti tentang kegiatan mana yang kita prioritaskan terlebih dahulu," katanya.
Dari Kepri tampak hadir Kadis PU Abu Bakar, Kadis Pendidikan Muhammad Dali, Sekretaris Inspektorat Irmendes dan Plt Kepala Biro Humas Protokol dan Penghubung Zulkifli.
Hadir juga Rektor Universitas Palangka Raya Dr Andrie Elia, Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawi dan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas.
Komentar Via Facebook :