Mengenal Sofia Kenin, Si Anak Sopir Taksi Juara Australia Terbuka 2020

Mengenal Sofia Kenin, Si Anak Sopir Taksi Juara Australia Terbuka 2020

Sofia Kenin berhasil meraih gelar juara Australian Open 2020 setelah mengalahkan Garbine Muguruza 4-6, 6-2, dan 6-2 pada pertandingan final yang digelar di Rod Laver Arena, Melbourne, pada Sabtu (1/2/2020). (Foto:ist/AFP)

Melbourne - Sofia Kenin menjadi juara Australia Terbuka 2020 usai mengalahkan Garbine Muguruza. Si anak sopir taksi itu sukses mengukir sejarah dalam kariernya.

Di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, Sabtu (1/2/2020) WIB, Kenin memenangi final nomor tunggal putri melawan Muguruza. Sebelum laga, prediksi banyak yang menjagokan Muguruza.

Maklum, petenis Spanyol itu tercatat pemilik dua gelar grand slam dari Prancis Terbuka 2016 dan Wimbledon 2017. Namun, Kenin mematahkan prediksi tersebut.

Petenis 21 tahun itu memenangkan pertarungan tiga set melawan Muguruza. Sempat kalah 4-6 di set pembuka, Kenin merebut dua set selanjutnya dengan kemenangan 6-2, 6-2.

Bagi Kenin, gelar Australia Terbuka bukan cuma berarti karena yang pertama baginya. Petenis belia Amerika Serikat itu juga sukses membayar khususnya pengorbanan orang tuanya; Alex dan Svetlana Kenin.

Putri Sopir Taksi

Sofia Kenin, yang lebih senang dipanggil Sonya, bukanlah petenis berdarah asli Amerika Serikat. Ia merupakan putri dari pasangan Uni Soviet, Svetlana dan Alex Kenin.

Pada 1987, Alex dan Svetlana pindah ke AS pada 1987. Namun, keluarga Soviet itu menemui kesulitan di masa-masa awal kepindahannya.

"Ketika kami datang ke negara ini, itu sangatlah sulit. Saya harus bekerja di malam hari, dan ke sekolah pada pagi harinya di New York," kata Alex, kepada The Age.

Ketika itu, Alex harus menyambung hidup dengan bekerja sebagai sopir taksi pada malam harinya. Sementara di pagi dan siang hari, ia belajar komputer dan bahasa Inggris.

Pada 1998, Alex dan Svetlana sempat kembali ke Moskow agar Sofia bisa lahir dengan bantuan neneknya. Setelahnya, mereka kembali ke AS dan menetap ke Florida.

Kegemaran Kenin dengan tenis sendiri muncul sejak bocah. Ia kerap bermain dengan ayahnya di jalanan di kawasan Pembroke. Selain tenis, ayahnya juga mengarahkannya ke sepakbola dan menari, namun tenis menjadi idaman Sofia.

Sejak usia lima tahun, Alex pun membawa Kenin kepada Rick Macci di Broward County, Florida. Selama tujuh tahun, Sofia berada di bawah bimbingan pelatih tenis AS itu. Sementara Alex masih terus bekerja sebagai driver taksi guna menyambung hidupnya.

Kini, Kenin menjadi salah satu petenis AS terbaik di dunia usai merengkuh titel grand slam di usia 21 tahun. peringkatnya di WTA pun melonjak ke peringkat 7 dunia, dan kini menjadi petenis nomor satu AS menggeser Serena Williams.

"Saya sangat bangga dengan diri saya sendiri, ayah, tim, dan semua yang berada di sekeliling. Kami bekerja keras. Kami melewati masa-masa sulit. Kami melakukannya. Kami melawannya. Kami bahagia saat ini," jelasnya, seperti dilansir Yahoo! Sport.

(*)