Sudah 10 Orang Terinfeksi Virus Corona di Singapura

Sudah 10 Orang Terinfeksi Virus Corona di Singapura

Ilustrasi.

Singapura - Jumlah orang yang terinfeksi virus Corona di Singapura terus bertambah. Terkini, sudah 10 orang di negara itu terinfeksi virus mematikan ini.

Kementerian Kesehatan Singapura melansir tiga orang tambahan yang terkena virus Corona. Mereka merupakan warga negara China yang tiba dari Wuhan.

"Ini membuktikan bahwa lebih banyak temuan kasus yang berasal dari China. Saat ini tidak ada bukti penyebaran virus ini di antara warga Singapura," kata Kementerian Kesehatan dilansir Channel News Asia, Kamis (30/1/2020).

Kasus kedelapan dan kesembilan adalah seorang wanita berusia 56 tahun dan pria berusia 56 tahun, yang sudah menikah. Mereka tiba di Singapura pada 19 Januari dan saat ini dirawat di ruang isolasi di National Center for Infectious Diseases (NCID).

Mereka melaporkan bahwa mereka tidak menunjukkan gejala selama penerbangan ke Singapura, tetapi mengalami gejala pada 24 Januari dan naik taksi ke Rumah Sakit Tan Tock Seng pada 27 Januari.

Pasangan ini dinyatakan positif memiliki virus corona awal pekan ini pada hari Selasa sekitar pukul 11 ​​siang dan pada hari Rabu pukul 14:00 masing-masing.

Sebelum masuk rumah sakit, pasangan itu tinggal bersama keluarga mereka di rumah mereka di Lorong Lew Lian di Serangoon Atas.

Kasus ke-10 yang dikonfirmasi adalah seorang pria berusia 56 tahun yang tiba di Singapura pada 20 Januari. Ia juga diisolasi di NCID.

Dia melaporkan bahwa dia tidak menunjukkan gejala selama penerbangannya ke Singapura. Dia mengalami gejala pada 21 Januari dan dirawat di NCID pada hari Selasa setelah diidentifikasi sebagai suspect di stasiun penyaringan kesehatan, di Marina South Pier.

Hasil tes mengonfirmasi infeksi sekitar pukul 2 siang pada hari Rabu.

"Sebelum masuk rumah sakit, kasus ini bekerja dan tinggal di atas kapal kargo," kata Depkes.

Pihak berwenang telah memulai pelacakan kontak untuk mengidentifikasi mereka yang telah melakukan kontak dekat dengan kasus-kasus tersebut.

"Tiga kasus baru saat ini stabil, dan kami terus memantau kesehatan mereka," tambah Kementerian Kesehatan.

(*)