https://www.batamnews.co.id

Pelayaran Baruna Rute Batam-Tanjungpinang Kembali Normal

MV Oceanna. (foto: ist)

Tanjungpinang - Transportasi ferry Batam-Tanjungpinang dan sebaliknya kembali normal, Jumat (7/12/2019). Armada kapal MV Oceanna yang dioperasikan PT Baruna kembali berlayar seperti biasa setelah sempat berhenti, Kamis (6/12/2019).

Pertamina akhirnya memberikan kuota tambahan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ke PT Baruna selaku operator kapal. Tak dipungkiri Baruna Group mendominasi pelayaran rute Tanjungpinang-Batam dan sebaliknya selama ini. Ada 10 armada kapal yang berlayar setiap 30 menit di jalur ini.

Kuota BBM subsidi yang habis membuat Baruna menghentikan pelayaran dan menimbulkan penumpukan penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang dan Pelabuhan Telaga Punggur, Batam kemarin.

"Operator kapal Oceanna sudah normal beroperasi dan kekacauan penumpang di pelabuhan baik di Tanjungpinang dan Batam sudah normal kembali, dan masyarakat dengan mudah mengakses transportasi laut ini," kata anggota DPRD Kepri Rudi Chua, Jumat (7/12/2019).

Dengan adanya koordinasi yang baik tambah Rudi antara Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemko Batam serta langsung berkoordinasi dengan Pertamina dan BPH Migas, hal ini akhirnya bisa diatasi.

Bahkan tambah Rudi, Pertamina pada Kamis (6/12/2019) sore hari itu juga, menjamin ketersediaan BBM itu akan didistribusikan seperti biasannya melalui depot BBM di Kijang.

Pertamina meyediakan BBM sebanyak 500 KL, dan pihak operator harus mengambil BBM sendiri di Depot Kabil, Batam.

Namun setelah koordinasi dengan semua pihak dan melihat kondisi, Pertamina mengambil langkah dengan mendistribusikan BBM itu langsung ke Kijang seperti biasanynya.

"Jadi sejak sore kemarin sudah teratasi masalah BBM ini, dan armada Oceanna sejak Jumat pagi berjalan normal dan mudah-mudahan tidak ada kendala lagi kedepannya hingga akhir tahun ini," harapnya.

Sementara itu pihak PT Baruna Karim mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kepastian dari pihak Pertamina, bahwa BBM sudah tersedia dan bisa diambil di depot Kijang.

"Kami sore kemarin sudah diberitahu Pertamina, BBM sudah bisa diambil normal di Kijang, tidak perlu mengambil di Kabil," kata Karim.

Ia menambahkan, pihaknya tidak tahu bila ada perubahan kebijakan, sebab jatah kuota untuk pihaknya memang sudah tidak ada lagi. Selain karena Pertamina sendiri mengurangi kuota BBM ini.

"Kami juga tak tahu ada perubahan di internal Pertamina ini. Namun yang pasti, saat ini seperti biasa kita sudah dilayani di depot Kijang. Mungkin karena difasilitasi oleh Pemprov Kepri, Pemko Batam dan Pemko Tanjungpinang," ujarnya.

(sut)