Insiden Montigo Resort, Pengamat Wisata Batam: Ini Preseden Buruk

Siska Mandalia. (foto: dok pribadi)

Batam - Kejadian ambruknya jembatan Montigo Resorts, Nongsa, Kota Batam yang membuat belasan wisman luka-luka. Pengamat pariwisata Kota Batam yang juga Dosen kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) Kota Batam, Siska Mandalia menyebut hal ini preseden buruk untuk pariwisata Kota Batam.

Ia meminta pemerintah menciptakan Perda khusus terkait aturan pariwisata. Siska menilai kejadian di Montigo Resorts adalah kecolongan baik dari pemilik resorts ataupun Pemerintah Kota Batam. "Lagi-lagi, kenyamanan dan keamanan wisatawan di Batam tidak terjamin," ujar Siska kepada Batamnews, Jumat (8/11/2019) siang.

BACA JUGA: Asik Selfie, Jembatan Ambruk, Belasan Wisatawan Terluka di Nongsa

Siska mengatakan, jatuhnya korban wisatawan mancanegara dalam peristiwa ambruknya jembatan di Montigo Resorts bisa menimbulkan stigma negatif bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Batam.

"Seharusnya diantisipasi. Kejadian ini bisa membuat trauma para turis yang datang, tentu ada rasa tidak percaya mereka lagi datang ke Batam," kata Siska.

Siska menyoroti tidak ada pemberian fasilitas keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan. "Seharusnya di jembatan itu ada peringatan, kapasitas jembatan berapa orang, bahkan harus ada karyawan yang menjaga, mungkin itu yang kurang," kata Siska.

Memberikan informasi yang jelas di objek destinasi wisata sangat minim di Kota Batam,  seperti informasi membahayakan, ataupun rambu-rambu lainnya.  "Ini harus dievaluasi," kata dia.

Pemerintah Kota Batam atau Dinas Pariwisata dikatakannya harus memperhatikan kelayakan sebuah tempat untuk dijadikan resorts. Montigo Resorts pun menurutnya perlu dievaluasi.

BACA JUGA: Media Singapura Ikut Soroti Insiden Ambruknya Jembatan Montigo

Menurut Siska, Montigo Resorts adalah tempat yang memiliki reputasi bagus, namun kecolongan hanya karena masalah pelantar roboh. "Apalagi resort ini cukup mahal tarifnya, harusnya fasilitas diperhatikan," kata sisika.

"Pemerintah jangan hanya ngambil pajak saja tetapi harus bikin regulasi untuk masa yang akan datang," kata Dosen lulusan M.B.A Tourism Management dari Chung Hua University, Taiwan itu.

Manajemen resort pun sebutnya harus mengelola risiko, apalagi di Batam banyak resort dan restoran dengan pelantar.

 

(tan)

Berita Terkait