Hasil Investigasi Polisi: Pelantar Sudah Lapuk

Insiden pelantar roboh menyebabkan belasan warga Singapura terluka. (Foto: ist)

Batam - Dua orang warga negara Singapura korban pelantar roboh di sebuah resorts di Nongsa yang dirawat di RS Bhayangkara, dibawa ke Singapura. Kedua orang itu mengalami luka berat usai kejadian. Polisi pun sudah menginvestigasi insiden ini.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Sapta Erlangga mengatakan, 2 orang WNA itu dibawa ke rumah sakit Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih intens.

Disebutkan Erlangga, sebelumnya belasan WNA menjalani perawatan di RS Bhayangkara pada Kamis malam.

"Dari 11 korban luka ringan ini ada yang sudah balik lagi ke penginapan,2 WNA dengan luka berat, tadi pagi sudah di berangkatkan ke Singapura untuk menjalani perawatan lebih lanjut," jelasnya, Jumat (08/11/2019).

Dugaan sementara penyebab ambruk jembatan tersebut adalah pondasi bangunan jembatan yang sudah lapuk sehingga tidak kuat menahan beban.

"Untuk dugaan sementara dari kepolisian penyebab pelantar 100 meter ini ambruk karena pondasi jembatan yang memang sudah lapuk serta pada saat kejadian para WNA berkumpul di satu titik dengan kapasitas 30 orang," pungkasnya.

 

(jim)

Berita Terkait