Jargas Kementerian ESDM Berkah untuk Masyarakat Batam

Pelanggan PGN di Batuaji yang merasakan manfaat nyata keberadaan jaringan gas bagi rumah tangga.

Batam - Infrastruktur energi gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) Area Batam terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sejak dibangun pada 2016 lalu.

Saat ini, infrastruktur berupa jaringan gas (jargas) tersebut telah mengalirkan gas bumi ke 4.809 pelanggan. Rinciannya yakni, 43 industri besar, 65 pelanggan komersial seperti restoran hingga hotel, serta 4.701 rumah tangga. 

Terkhusus di sektor rumah tangga, para pengguna jaringan gas saat ini sangat merasakan manfaat dari kemudahan, dan juga kenyamanan yang ditawarkan saat mereka menggunakan jargas.

Hal ini diakui para pengguna jargas rumah tangga yang tinggal di Cluster Euphorbia, Perumahan Buana Raya, Kecamatan Batuaji yang masuk dalam program pembangunan jaringan gas rumah tangga dari Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (KESDM) Republik Indonesia. 

Jargas merupakan suatu berkah sekaligus rezeki yang sangat membantu para ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan keluarga. Seperti dirasakan Yeni, ibu rumah tangga (IRT), yang tinggal di Cluster Euphorbia nomor 3. 

Mengetahui bahwa perumahan tempat tinggalnya, mendapatkan program Pemerintah Pusat, dia tidak berpikir panjang, dan mengaku ingin segera terpasang di rumahnya.

"Cari gas tabung sekarang susah, apalagi di kawasan Batuaji ini. Saya bahkan terpaksa harus mencari keluar perumahan, dengan sepeda motor dengan membawa anak saya yang masih kecil. Sekarang sudah dua tahun saya menjadi pelanggan Jargas, rasanya nyaman sekali. Gak perlu lagi mikir harus kemana untuk mencari gas kalau tiba-tiba lagi masak gas habis," tuturnya saat ditemui, Senin (29/07/2019).

Tidak hanya dari segi kenyamanan, keamanan bagi para pelanggan Jargas juga diakuinya sangat dirasakan olehnya. Dimana jauh sebelum pemasangan dilakukan oleh tim PT PGN Batam, ia terlebih dahulu diberikan sosialisasi guna mencegah apabila terjadi kebocoran pada pipa. 

Bahkan ia mengaku, selama dua tahun ini sekalipun ia belum pernah menghubungi Call Center PGN, yang informasinya sudah ditempel di beberapa titik rumahnya.

"Bicara keamanan, saya merasa sangat aman sekali. Selain sudah dibekali dengan pelatihan dan pengecekan yang dilakukan oleh petugas lapangan nya. Di dapur itu juga dikasih seperti tuas yang bisa langsung mematikan aliran gas, apabila terjadi kebocoran di pipa. Bahkan sampai sekarang saya saja (yang melakukannya) gak pernah menghubungi nomor Call Center itu," ungkapnya sambil menunjuk stiker bertuliskan nomor Call Center yang ditempel tepat di depan rumahnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Rosmiana, yang juga merupakan warga Cluster Euphorbia. Menjadi pelanggan Jargas, diakuinya sangat membantu dirinya dalam mengatur keuangan keluarganya. Bagaimana tidak, dimana dalam sebulan ia hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 19 ribu untuk membayar tagihan gas.

"Mau masak jadi gak mikir lagi, sebulan saya cuma bayar Rp 19 ribu. Bayarnya juga gampang, bisa melalui gerai mini market yang ada, orang masak gak perlu lagi mikir gas habis," paparnya sambil tersenyum.

Mengenai pelayanan, ia bahkan memberikan apresiasi terhadap petugas lapangan PT PGN Batam. Selain rutin melakukan pengecekan, ia juga mengakui bahwa pihak PGN Batam terlebih dahulu memberikan informasi apabila ingin melakukan perawatan.

"Kemarin pernah mati sampai 5 jam, tapi itu setelah mereka melakukan pemberitahuan dengan menghubungi saya. Itupun dilakukan bukan di jam sibuk, kalau tidak salah itu dilakukan di malam hari," lanjutnya.

Kemudahan sebagai pelanggan Jargas ini, diakui sangat membantu para IRT yang tinggal di perumahan tersebut. Dari segi keamanan, adanya perhatian dari tim lapangan PT PGN area Batam juga sangat membantu para Ibu Rumah Tangga yang biasanya selalu direpotkan dengan rutinitas penggantian tabung gas.

"Mudah sekali saya sekarang semenjak pakai Jargas, biasanya saya takut kalau gas sudah habis. Mau lanjut masak harus tunggu Bapak kalau sudah pulang kerja, pernah kemarin sendiri tapi akhirnya gagal karena bukannya terpasang malah tercium bau gas di dapur," ungkap Ismayanti.

Penggunaan Jargas diakuinya juga sangat murah, dimana selaku IRT yang memiliki hobi memasak. Kini ia hanya perlu mengeluarkan biaya maksimal Rp 22 ribu saja, untuk membayar tagihan gasnya. Senada dengan IRT lainnya, Ismayanti juga mengakui bahwa ia sama sekali tidak pernah mengajukan keluhan apapun dengan menghubungi Call Center.

"Biaya murah, pelayanan bagus, tiap bulan datang petugas menanyakan keluhan kita bahkan. Jadi gak pernah saya hubungi itu Call Center. Bicara bayar tagihan, gampang sekali bisa melalui ATM, atau lewat Indomaret dan Alfamart. Sangat menguntungkan pakai jargas dari pemerintah, apalagi kalau hobinya masak seperti saya," tuturnya

(das)