Pernah Tersandung Korupsi, Ismeth Abdullah Kembali Didorong Maju Pilgub Kepri
Ismeth Abdullah (Foto: Batamnews)
Tanjungpinang - Nama mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah kembali hangat diperbincangkan. Ismeth Abdullah dimunculkan kembali para pendukungnya untuk maju di pemilihan gubernur Kepulauan Riau 2020 mendatang.
Selain nama Ismeth memang ada beberapa nama lain. Diantaranya Nurdin Basirun, Soerya Respationo, Ansar Ahmad, Asman Abnur, Rudi, Brigjen Yan Fitri.
Namun mantan Gubernur Kepri periode 2005-2010 itu kembali didorong bertarung di pemilihan gubernur. Namun hingga saat ini Ismeth Abdullah sendiri belum memberikan sinyal. Ia pun belum merespon konfirmasi yang dilayangkan batamnews.
Pengamat Politik Stisipol Tanjungpinang, Zamzami Abdul Karim mengatakan, Ismeth Abdullah merupakan salah satu pigur kuat yang akan mewarnai Pemilihan Gubenur nanti. Katanya, kehadiran Ismeth menjadi tantangan baru dalam peta politik.
"Selama ini yang didengar sosok yang akan maju yakni, Nurdin Basirun, Anshar Ahmad dan Soerya Respationo. Nah kehadiran Ismeth Abdullah ini tentunya tantangan dalam peta politik," kata Akademisi Stisipol Raja Haji Fisabilillah, Zamzami A Karim, Sabtu (6/7/2019).
Menurut Zamzami, meskipun Ismeth Abdullah memiliki kekurangan dalam faktor usia, cuman itu bukan suatu permasalahan, sebab masyarakat saat ini merindukan sosok seorang majerial profesional kepemimpinan yang tangguh.
"Seperti pak Ismeth Abdullah saat ini masih diagungkan dan dirindukan masyarakat pada masa kepemimpinannya," ujarnya.
Ia melanjutkan, jika Ismeth Abdullah bersedia maju tinggal hanya menunggu pendampingnya yang memiliki elektabilitas kuat seperti Anshar Ahmad yang berhasil memperoleh suara terbanyak di Pileg DPR RI.
"Selain itu juga Anshar Ahmad juga memiliki basis masa partai dan elektoral kuat. Sedangkan pak Ismeth kan sudah lama pakum di dunia politik, namun pertanyaannya apakah Anshar Ahmad mau sebagai wakil, sebab ia sudah aman di Senayan," ujarnya.
Ia menyebutkan, Ismeth Abdullah sendiri telah memiliki modal kuat dalam segi mengambil hati masyarakat, sebab masyarakat Kepulauan Riau sudah pernah merasakan kepemimpinannya.
"Tinggal lagi siapa pendampingnya dan partai Pengusung nanti. Kalau itu sudah ada bisa kita membaca kekuatannya," ujar dia.
Ismeth Abdullah sebelumnya juga pernah menjadi Ketua Otorita Batam (BP Batam) pada tahun 1998 hingga 2005.
Jasa Ismeth memang banyak dikenang, terutama para pelaku usaha di Batam. Pada masanya Ismeth 'rajin' bagi-bagi lahan.
Ia kemudian tersandung kasus korupsi mobil pemadam kebakaran. Ismeth Abdullah sempat dibui setelah kasus tersebut ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bekas Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah divonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyatakan terdakwa Ismeth terbukti merugikan negara Rp 5,4 miliar dalam kasus proyek pengadaan mobil kebakaran di daerahnya pada 2004-2005.
Kala itu berhembus kabar, Ismeth sengaja dikasuskan untuk menjegal pencalonannya di Pilgub Kepri.
Ia divonis setelah tak lagi menjadi Gubernur Kepri pada Agustus 2010 lalu. Saat ini Ismeth sudah menghirup udara bebas. Sayangnya gerakannya tak lagi terlihat. Bahkan Ismeth saat ini dalam kondisi tak memiliki modal untuk kembali bertarung menjadi Gubernur Kepulauan Riau.
AFRIADI
Komentar Via Facebook :