PPDB SMPN 6 Batam, Datang Siang Tak Dapat Nomor Antrean

PPDB SMPN 6 Batam, Datang Siang Tak Dapat Nomor Antrean

Orangtua calon murid mengantre pendaftaran di SMP Negeri 6 Batam. (Foto: Diah/batamnews)

Batam - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP disambut antusias orangtua calon siswa. Di SMP Negeri 6 Batam, tercatat ada 309 pendaftar pada hari pertama, Selasa (14/5/2019).

Jumlah pendaftar yang mengambil nomor pendaftaran hari ini, sudah hampir memenuhi kuota, karena  SMP 6 tahun ini menampung 359 siswa. Pada prosesnya, pelaksanaan PPDB di hari pertama ini, disambut antusias mereka dengan rela datang ke sekolah sejak usai sahur.

Asnah, warga Bengkong Harapan sudah datang untuk mengambil nomor pendaftaran di SMPN 6 Batam yang terletak di daerah Sungai Panas ini sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Nyatanya dirinya bukanlah yang pertama datang, ada orangtua murid yang datang lebih pagi dibanding dirinya.

"Saya dapat nomor antrean 47 padahal datang pagi-pagi sekali, ada yang lebih dulu ternyata," kata Asnah, ketika ditemui di SMPN 6 Batam.

Untuk proses pendaftaran sendiri, Asnah, mengaku harus menunggu antrean yang cukup lama. Meskipun pihak sekolah telah menyiapkan layanan terhadap lima pendaftar sekaligus.

Hal senada juga diungkapkan Adam, seorang kakek  59 tahun, yang sedang mengantar cucunya mendaftar ke SMPN 6. Ia yang datang sekitar pukul 07.00 WIB hampir tidak kebagian nomor antrean yang bisa dilayani sekolah. 

Dari total sebanyak 60 pendaftar yang mampu dilayani sekolah ini, Adam memperoleh nomor antrean ke-55 untuk Zaki, cucunya. 

"Saya datang sudah penuh, padahal pembagian nomor antrean itu baru mulai jam tujuh pagi (07.00 WIB)," katanya.

Untuk pemilihan SMPN 6 sendiri, Adam menjelaskan karena memang sekolah ini berada di zona yang sesuai dengan tempat tinggalnya.

Pantauan di SMPN 6 Batam sendiri, para calon siswa dan orangtua masih terlihat hadir di sekolah ini. Mereka yang umumnya sudah menyelesaikan proses pendaftaran, tinggal menunggu pihak sekolah mengeluarkan surat keterangan telah mendaftar di sekolah ini.

Bahkan di tengah kondisi puasa dan hujan deras, mereka masih sabar mengantre di depan ruang operator. 

Menanggapi hal ini Kepala Sekolah SMP 6 Wagiyem mengaku terkejut jika ada yang mendaftar sejak subuh, padahal dirinya merasa sudah menyebarkan informasi, agar mendaftar sesuai jadwal yang sudah ditentukan sekolah. 

"Ini di sekolah kami? Pada saya sudah sebar di grup keluarga besar SMP 6 dan platform lainnya juga pendaftaran dibuka jam 7 dan pendaftaran baru bisa dilakukan di jam tersebut," ucapnya. 

(das)
 


Berita Terkait