MUI Batam Larang Film `Kucumbu Tubuh Indahku` Tayang

MUI Batam Larang Film `Kucumbu Tubuh Indahku` Tayang

Poster fil Kucumbu Tubuh Indahku. (Foto: imdb)

Batam - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam melarang peredaran dan penayangan film "Kucumbu Tubuh Indahku". MUI menilai film tersebut lebih banyak dampak negatif jika ditayangkan. 

Sekretaris MUI Kota Batam Santoso mengatakan, film disutradarai Garin Nugroho itu terdapat banyak hal menyimpang seperti adanya adegan berbau LGBT. "Hal itu sudah kita bahas secara internal, sudah putuskan untuk melarang penayangannya di Batam," kata Santoso kepada awak media, Rabu (1/4/2019). 

Ia melanjutkan, dari trailer film yang sudah tayang di beberapa daerah tersebut tidak terdapat edukasi dan lebih banyak mempromosikan gaya hidup yang menyimpang. "Ini kurang layak ditayangkan karena tidak ada memberikan nilai edukasi pembelajaran ke masyarakat," kata dia. 

MUI dalam beberapa hari kedepan akan melayangkan surat permintaan kepada lembaga sensor dan wali kota tidak menayangkan film tersebut di Kota Batam. "Yang pasti kita minta film itu tidak tayang di Batam," kata dia. 

Santoso mengatakan, beberapa wilayah juga sudah merespon dan mencekal film yang perdana diputar di La Biennale Venezia 2018 karena menimbulkan reaksi penolakan. "Andai tetap dilaksanakan, dan terjadi sesuatu MUI tidak bertanggung jawab lagi karena sudah meminta," ujarnya. 

Ia melanjutkan, bahkan sebelum ditayangkan sudah banyak gonjang ganjing yang timbul di masyarakat apalagi ditayangkan nanti. "Berkemungkinan saja nanti, jika ditayangkan ada warga yang turun dan mendatangi tempat nonton, jika itu terjadi kami tidak bertanggung jawab," kata dia. 

Pelarangan ini tidak hanya berasal dari MUI Kota Batam tetapi juga dari MUI Pusat. "MUI bersama lembaga sensor sudah sepakat melarang penayangan film ini," kata dia. 

"Kucumbu Tubuh Indahku" adalah film Indonesia produksi tahun 2019 garapan sutradara Garin Nugroho. Film ini mengisahkan penari Lengger yang menjadi gemblak seorang warok dalam tradisi klasik penari reog. 

Meskipun banyak penolakan film ini meraih beberapa penghargaan nasional maupun internasional, antara lain: Film Terbaik 2018 dan Sutradara Pilihan 2018 - Majalah Tempo, serta Film Terbaik di Festival des 3 Continen, Nantes, Perancis.

(tan)
 


Berita Terkait