Jelang Puasa, Harga dan Stok Pangan di Batam Terpantau Stabil

Jelang Puasa, Harga dan Stok Pangan di Batam Terpantau Stabil

Tim Kemendag dan Satgas Pangan saat mengecek stok beras di Gudang Bulog Batam (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri, Kementerian Perdagangan dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan memonitor harga dan stok pangan di Kota Batam, Senin (29/4/2010). 

Monitoring ini dilakukan di Pasar Puja Bahari, gudang beras distributor dan gudang Bulog. 

Kepala Badan Kajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag RI, Kasan mengatakan dari hasil monitoring yang dilakukan diketahui stok pangan dan harga pangan di Batam dalam keadaan aman. 

“Secara umum harga-harga bahan pokok relatif stabil,” ujar Kasan. 

Seperti harga bawang putih di Batam juga masih stabil, padahal harga di luar Batam ataupun Provinsi Kepri relatif tinggi. 

Sementara itu awalnya harga cabai rawit sempat mengalami kenaikan, tetapi saat dicek di pasar sudah mulai turun. Dari harga Rp 70 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram. 

“Kemarin harga cabai memang sempat tinggi, ini akibat pemilu minggu lalu, para pemetik cabai libur karena pemilu, ini yang membuat harga cabai rawit tinggi, tapi sekarang sudah stabil,” jelasnya. 

Sedangkan untuk harga daging ayam mengalami kenaikan sebesar Rp 3 ribu dari harga normal, yaitu harganya menjadi Rp 40 ribu per kilogram dari Rp 37 ribu per kilogram. 

“Kenaikan harga daging ayam ini karena pasokannya yang berkurang,” kata dia. 

Lalu untuk beras juga mengalami kenaikan, namun tidak signifikan. Hal itu disebabkan pasokan beras di Batam diperoleh dari Jawa sempat mengalami sedikit kendala. 

Namun sejauh ini, Kasan memastikan stok pangan di Batam menjelang dan sampai pada bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. 

“Semuanya memadai, jika nanti mengalami gejolak, kami bisa koordinasi dengan pihak distributor maupun pemerintah daerah setempat,” katanya. 

Kemudian juga terkait harga barang holtikultural lainnya seperti gula dan minyak goreng tidak mengalami gejolak dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). 

(ret)


Berita Terkait