Cerita Iwan Winarto Bekali Anak-anak Nelayan Bintan Kemampuan Bahasa Inggris

Cerita Iwan Winarto Bekali Anak-anak Nelayan Bintan Kemampuan Bahasa Inggris

Iwan Winarto (membelakangi kamera) berdiskusi menggunakan bahasa Inggris dengan anak-anak nelayan di Desa Pengudang. (Foto: Ari/batamnews)

Dodo

Bintan - Kabupaten Bintan memiliki potensi pariwisata yang terbaik. Selain alam yang indah wilayah ini diapit oleh negara-negara yang menjadi tujuan wisata dunia yaitu Malaysia dan Singapura.

Untuk menggarap potensi itu agar lebih maksimal perlu dukungan Sumber Daya Manusia (SDA) yang berkualitas. Sehingga bisa terus berkembang bukan sebaliknya tergerus atau tenggelam akibat persaingan dari negara-negara tetangganya.

Dasar-dasar itulah yang membuat Iwan Winarto, pendiri wisata berbasis masyarakat Pengudang Bintan Mangrove menjadi inisiator kursus berbahasa Inggris di Kampung Sumpat Pengudang Dalam, Desa Pengudang Kecamatan Teluksebong.

"Inisiatif ini muncul karena melihat peluang kerja di sektor pariwisata sangat besar. Pekerjaan di bidang kepariwisataan itu modal dasarnya adalah bahasa Inggris," ujar Iwan, kemarin.

Meskipun mengalami keterbatasan biaya dan fasilitas, dia akan selalu mengajarkan anak-anak nelayan tempatan di kampung ini mampu berbahasa Inggris. 

Bahkan mereka juga sangat antusias dalam belajar bahasa asing tersebut di dalam gedung serba guna milik desa dengan alat tulis dan sejumlah buku ala kadarnya.

"Saya mengajarkan anak-anak nelayan itu selama 2 kali dalam sepekan," jelasnya.

Pria berusia 42 tahun itu menjelaskan bahwa metode pengajaran yang diterapkannya berbeda dengan di sekolahan. Selama ini di sekolahan diajarkan kosakata yang banyak namun untuk praktik berbicara sangat minim.

"Apa yang dipelajari mereka kerap menjadi sia-sia karena banyak teorinya. Di sini kami bentuk wadah untuk mereka berani berbicara dan mendalami bahasa Inggris," katanya.

Dia mengakui mengajar anak-anak nelayan yang tinggal di pesisir tidak mudah. Tetapi jangan dijadikan masalah besar bagi pengajar karena dengan cara yang mudah dan semangat yang tinggi, keinginan anak-anak juga akan semakin besar untuk belajar.

Apalagi lokasi tempat pengajaran ini perkampungan dan jauh dari keramaian. Mereka juga memahami untuk mendapatkan pembelajaran bahasa asing itu tidak mudah. Namun dengan mereka belajar beramai-ramai akan lebih semangat dan juga menjadi lebih percaya diri atau berani.

"Baru sebulan lebih kami mengajarkan mereka bahasa Inggris. Mereka juga senang bahkan sangat antusias. Semoga kedepannya wadah seperti ini dapat menjadi motivasi bagi desa atau kampung lainnya untuk menerapkan hal serupa," ucapnya. 

Sementara, anak nelayan Kampung Sumpat, Madi (16) mengaku sangat senang dengan pembelajaran yang didapatnya. Meskipun baru sebulan belajar, dia mengaku sudah bisa berbicara dalam bahasa Inggris sedikit semi sedikit.

"Di sekolah juga belajar. Tapi banyak mengenal kosakata saja. Kalau di sini langsung praktik, jadi langsung ngomong pakai bahasa Inggris," katanya.

Belajar bahasa asing ini, kata Madi, dilakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu. Setiap pertemuan akan menelan waktu pembelajaran selama 2 jam dari pukul 20.00-22.00 WIB.

"Belajar seperti biasa ada tapi lebih banyak percakapan langsung. Seperti berbicara sehari-hari dengan teman-teman gitu. Tapi gunakan bahasa Inggris jadi kita tidak cepat lupa," ucapnya.

(ary)
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait