Pengamat: Massa Jokowi Ramai di Batam, Itu Wajar

Pengamat: Massa Jokowi Ramai di Batam, Itu Wajar

Capres Joko Widodo saat berkampanye akbar di Batam (Foto: Johannes/Batamnews)

Tanjungpinang - Capres nomor urut 01 Joko Widodo sukses menggelar kampanye di lapangan parkir Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam pada Sabtu (6/4/2019) siang.

Puluhan ribu orang pendukung capres petahana tumpah ruah di area parkir gelanggang olah raga terbesar di Batam itu. Mereka menunggu kedatangan Jokowi dengan sabar sejak pagi.

Pakar Politik dan Pemerintah dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang Zamzami menilai kondisi kampanye Jokowi seperti itu bukanlah hal yang luar biasa. "Itu hal yang wajar jika massa Jokowi ramai di Batam," ujar Zamzami, Sabtu (6/4/2019). 

Ada hal yang menjadi alasan dan catatannya, hingga kondisi ramai tersebut hal wajar. Pertama menurut Zamzami, partai pengusung Jokowi di Batam sangat kuat terutama Partai PDI Perjuangan (PDIP). 

"Kalau saya nilai sebagian besar masa itu berasal dari simpatisan PDIP yang sangat militan dalam pengerahan massa," kata Zamzami kepada Batamnews.co.id.

Selain itu, membludaknya masa Jokowi karena kampanye Jokowi di Batam merupakan ajang show of force partai-partai pengusung. 

"Begitu juga khusus untuk PDIP, karena mereka bukan hanya ingin mengkampanyekan Jokowi tetapi juga partai mereka masing-masing," kata dia.

Tidak hanya terkait pengaruh partai pengusung, lanjut Zamzami keberpihakan kepala  daerah juga salah satu yang berperan banyaknya masa tersebut. 

"Kepala daerah pasti sangat berperan dalam mobilisasi masa kampanye di Batam," ujarnya. 

Zamzami menambahkan, belum lagi Jokowi merupakan Presiden sekaligus petahana yang diusung oleh banyak partai.

"Tapi belum tentu, itu mutlak Jokowi menang pada pilpres nanti," kata dia.

Ia menjelaskan, pasalnya masa yang datang adalah pendukung bukan pemilih mengambang. "Kondisi ini sudah sering terjadi, masa kampanye yang banyak belum menggambarkan kemenangan," kata dia.

Zamzami mengatakan, kondisi itu juga bisa dilihat dari Pilkada Gubernur Kepri 2016 dan Pilwako Tanjungpinang 2018 yang lalu. 

"Masa mereka membludak dan meriah, tetapi tidak menang," kata dia.

(tan)