Harga Sayur Anjlok, Petani Batam Beralih Menanam Jagung
Ilustrasi. (Foto: istimewa)
Batam - Merosotnya harga komoditas sayur, membuat para petani di Batam memutar otak. Menanam sayur mereka tinggalkan dan kini beralih ke jagung.
Jagung dipilih untuk menggantikan lahan tanaman bayam karena memiliki harga yang masih bagus. Harga jagung di pasaran tidak pernah terjun bebas seperti harga bayam.
"Jagung itu semurahnya-murahnya masih bisa diputerin," kata Mukidi, salah satu petani di kawasan Tembesi, Sagulung, Sabtu (2/3/2019).
Selain harga yang cukup bagus, perawatan jagung juga dinilai mudah oleh petani karena tidak perlu perawatan ekstra layaknya bayam.
Umur panen jagung juga terbilang cepat. Hanya butuh waktu 2,5 bulan untuk bisa memanen hasilnya. Petani juga tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk pembelian vitamin, pupuk dan sebagainya seperti merawat bayam.
Namun tidak semua petani di area pertanian Tembesi, memilih untuk hijrah menanam jagung. Hal itu dikarenakan modal yang terlanjur habis untuk perawatan bayam, dan harga bibit jagung yang sedikit lebih mahal daripada bibit bayam.
Dari keseluruhan lahan di kawasan tersebut, ada 50 persen lahan sudah tertanami jagung dan beberapa ada juga yang baru mulai untuk menanam.
(das)
Komentar Via Facebook :