Aisyah, Bayi Penderita Hisprung di Karimun Meninggal Dunia
Santi, ibunda Putri Aisyah dengan sabar menunggui putrinya yang dirawat di RSUD HM Sani, Karimun. Asiyah akhirnya meninggal, usai kondisinya semakin memburuk. (Foto: Edo/batamnews).
Karimun - Bayi penderita penyakit Hirschsprung, Putri Aisyah meninggal dunia, Sabtu (16/2/2019) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Karimun.
Bayi yang berusia kurang dari 2 bulan tersebut kondisinya semakin memburuk dalam dua hari belekangan.
Sebelumnya, derita bayi Aisyah yang mengidap penyakit ini mendapat simpati banyak warga di Karimun. Kabar meninggalnya bayi Aisyah pun langsung tersebar di Media Sosial.
"Bayi Aisyah meninggal Sabtu siang," ujar Kepala Pusat Informasi dan Promosi RSUD Muhammad Sani, Zulham ketika di konfirmasi.
Sebelumnya, Putri Aisyah direncanakan akan dibawa ke Pekanbaru untuk mendapat perawatan yang lebih baik.
Namun kondisi putri dari pasangan Yusran (28) dan Santi (24) tersebut semakin memburuk.
"Menunggu kondisinya membaik akan dirujuk ke Pekanbaru. Namun selama dua hari belakangan kondisinya semakin memburuk," kata Zulham.
Rencananya, jenazah Aisyah akan dibawa ke Kecamatan Kundur untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Putri Aisyah menderita penyakit Hirschsprung atau Hisprung. Penyakit yang deritanya itu merupakan kondisi langka yang menyebabkan feses (kotoran hasil pencernaan) menjadi terjebak di dalam usus besar.
Hal ini terjadi dikarenakan ketiadaan sel- sel saraf di otot- otot sebagian atau seluruh usus besar bayi. Hal ini akibat pertumbuhan janin yang tidak sempurna di dalam kandungan.
Akibatnya, pembengkakan dibagian perut. Ia beberapa kali dibawa ke rumah sakit karena bagian perutnya semakin hari nampak membesar.
Orang tua bayi 53 hari itu hanya bekerja sebagai peretas karet di Kecamatan Kundur. Sehingga kekurangan biaya untuk pengobatan anaknya.
(aha)
Komentar Via Facebook :