Peak Season Usai, Tarif Penerbangan Tak Kunjung Turun

Peak Season Usai, Tarif Penerbangan Tak Kunjung Turun

Penumpang di Bandara Hang Nadim sedang antre untuk proses bagasi belum lama ini. (Foto: Johannes Saragih/Batamnews)

Batam - Pasca libur tahun baru Imlek, harga tiket pesawat domestik masih sangat tinggi. Wacana akan diturunkannya harga tiket pesawat tampaknya tak kunjung terealisasi. 

Harga tiket pesawat sendiri cenderung berubah-ubah setiap waktunya. Seperti hal nya tiket Citilink untuk beberapa tujuan sempat kembali normal seperti harga sebelumnya dan mencapai angka Rp 600 ribu, namun keesokan harinya kembali melejit. 

Namun untuk maskapai berbiaya hemat lainnya tetap membanderol harga tiket penerbangan dalam negeri dengan harga yang cukup tinggi.

Dalam pantauan Batamnews di aplikasi traveloka, Rabu (6/2/2019), harga tiket penerbangan dalam negeri masih dua kali lipat penerbangan internasional. 

Penerbangan dengan maskapai Lion Air rute Jakarta - Singapura misalnya dibanderol dengan harga Rp 550 ribu. Sedangkan untuk maskapai yang sama penerbangan rute Jakarta - Batam masih berada diatas Rp 1 juta yaitu tepatnya Rp 1 juta 60 ribu. 

Padahal sebelumnya pihak maskapai beralasan tingginya harga tiket pesawat diakibatkan masih berada dalam masa peak season Natal, Tahun baru dan Imlek. 

Manajer Distrik Lion Air Batam, M Zaini Bire sebelumnya mengatakan penyesuaian beberapa rute penerbangan yang tarifnya masih tinggi menunggu masa peak season selesai.

"Untuk rute penerbangan yang lain kami nunggu masa peak season selesai," ungkapnya beberapa wakttu lalu

Asosiasi maskapai yang tergabung dalam Indonesia National Air Carrier Association (INACA) pernah menyatakan akan menurunkan tiket hingga 60% setelah masa peak season berakhir. 

Namun masa liburan telah berakhir tidak ada perubahan harga sama sekali. 

(das)