Proyek Jembatan Babin Batal Dimulai Tahun Ini

Perpsepktif rancangan Jembatan Babin.

Tanjungpinang - Proyek jembatan Batam-Bintan (Babin) belum akan dimulai tahun ini. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengungkapkan pihaknya perlu mematangkan dan melihat semua aspek dalam pembangunan proyek tersebut.

"Tidak tahun ini, karena nilainya besar. Akan ada rancangan yang akan diubah lagi," kata Nurdin kepada awak media, Jumat (1/2/2019) lalu.

Nurdin mengatakan, salah satu yang perlu diperhitungan adalah soal anggaran yang diperkirakan menelan Rp7 trilliun. "Yang jelas kita mulai pembangunan secepatnya, kalau bisa 2020," kata Nurdin

Kemungkinan Dana yang dipakai tetap menggunakan APBN. "Kita akan contoh seperti Jembatan Nasional Suramadu," sebutnya lagi.

Perencanaan jembatan penghubung antara Pulau Batam dan Pulau Bintan sudah dicanangkan sejak 2005 lalu. Sebelumnya Nurdin menargetkan proyek ini dimulai 2019.

Pemprov Kepri pun sudah menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Menteri merespon dan memastikan akan membangun jembatan Batam-Bintan tersebut.

Jembatan Batam – Bintan ini merupakan salah satu dari 7 megaproyek yang diajukan Kepri untuk dibangun bersama pemerintah pusat. Jembatan sepanjang 7 Km itu dibagi menjadi 3 bagian yakni Tanjung Kasam (Batam) -  Tanjung Sauh sepanjang 2 Km, Tanjung Sauh – Pulau Ngenang sepanjang 400 meter, Pulau Ngenang – Bintan sepanjang 5 Km. Pembangunannya diproyeksi selesai dalam 2 tahun

Sedangkan desain jembatan ini telah dibuat sejak 2005 silam. Namun dengan mempertimbangkan pembaharuan teknologi dan kondisi terkini, evaluasi desain tahun 2005 kini dipercayakan kepada LAPI ITB.

Dari hasil evaluasi tersebut diketahiu, biaya pembangunan jembatan menyusut dari Rp 7 triliun menjadi di bawah Rp 4 triliun.

Konsep integrasi kawasan FTZ Batam dan Bintan kedepan akan mengadopsi konsep yang diterapkan oleh Hongkong dan Shenzhen. Batam akan menjadi basis logistik, sementara Bintan akan jadi pusat produksi.

(tan)