Warga Filipina Tersangka Pemerkosaan di Jepang Menyerahkan Diri

Personil Interpol Jepang menggiring Keith Guianan Echane pada hari Kamis, saat tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino (Foto: Manila Times)

Filipina - Seorang warga Filipina berusia 33 tahun, satu dari tiga pria pelaku pemerkosaan dan pembunuhan seorang mahasiswa Universitas Ibaraki di Jepang pada tahun 2004, dibawa ke Jepang untuk menghadapi dakwaan.

Personil Interpol Jepang menggiring Keith Guianan Echane pada hari Kamis, saat tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) untuk menaiki penerbangan Japan Airlines ke Narita.

Laporan mengatakan Echane menyerahkan diri setelah pihak berwenang Jepang mencarinya di Filipina. Meskipun kedutaan Jepang melacaknya ke rumah sementara di Taytay pada 2017, polisi Filipina tidak menangkap tersangka karena tidak ada surat perintah penangkapan terhadapnya.

Salah satu kaki tangan Echane, yang diidentifikasi sebagai Lampano Jerico Mori, ditangkap di Jepang dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan Jepang.

Warga Filipina lainnya, yang tidak diidentifikasi, masih bebas dan dilaporkan bersembunyi di Filipina. Para pejabat kedutaan Jepang juga meminta penangkapannya.

Mori, Echani dan orang Filipina yang tidak dikenal telah ditempatkan pada daftar orang yang dicari secara internasional setelah mereka dikaitkan dengan kasus ini. Mereka saat itu merupakan pekerja di bawah umur dan bekerja di sebuah pabrik di desa Miho, Ibaraki.

Laporan mengatakan bahwa Jepang mengejar kedua tersangka setelah penangkapan Mori. Filipina dan Jepang tidak memiliki perjanjian ekstradisi. Kedua orang Filipina itu meninggalkan Jepang pada 2007.

Polisi Jepang menemukan mayat siswa yang telanjang di sungai di desa Miho. Dia memiliki beberapa luka di tubuhnya, termasuk yang dalam di leher dan dada.

(snw)

 

SHARE US :