Kasus Penganiayaan di Nongsa, Polda Kepri Ragukan Pengakuan Abdullah

Kasus Penganiayaan di Nongsa, Polda Kepri Ragukan Pengakuan Abdullah

Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Saptono Erlangga.

Batam - Pengakuan Abdullah, warga Nongsa yang menyebut dirinya dihajar sejumlah orang saat menggagalkan upaya penyelundupan TKI menuai perhatian publik.

Belakangan, kasus tersebut juga menjadi atensi Polda Kepri. Namun, korps Bhayangkara itu memiki versi tersendiri dan bertolak belakang dengan pengakuan Abdullah.

Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Kombes Saptono Erlangga mengungkapkan kasus itu kini tengah diselidiki Bidang Profesi dan Pengamanan. Pengakuan Abdullah yang menyebut dirinya dianiaya oleh oknum polisi tidaklah benar. 

Dua oknum anggota polisi yang disebut menganiaya sudah diperiksa Propam. Begitu juga dengan Abdullah.

Dari pemeriksaan Abdullah, diketahui saat peristiwa itu berlangsung dia dalam kondisi mabuk minuman keras. Selain itu, ada hal lain yang melatarbelakangi peristiwa itu.

Baca: Gagalkan Penyelundupan TKI di Nongsa, Abdullah Dikeroyok Pria Bersenpi

Didapat sebuah fakta, bahwa ternyata Abdullah dengan Sugiono ternyata memiliki jalinan persaudaraan kandung. Diduga, insiden itu terjadi setelah sebelumnya ada persoalan bagi warisan di antara keluarga.

"Dukin yang ikut menampar Abdullah ternyata ayah kandungnya sendiri. Saat itu, Abdullah ditampar pipi kanan dan kiri sehingga memicu keributan," ujar Erlangga.

Menurut Erlangga, klaim Abdullah yang menyebut dirinya menggagalkan penyelundupan TKI juga tak benar.

"Saat itu ada anggota (polisi) bernama Neri Sugiarto mau melerai keributan tersebut. Namun karena Abdullah masih melawan akhirnya diamankan. Tapi malah justru cerita yang diungkapkan jauh dari fakta di lapangan," tegasnya.

Erlangga menambahkan, Sugiono yang merupakan adik ipar Abdullah melapor ke Polsek Nongsa terkait peristiwa tersebut dan saat ini kasus tersebut masih ditangani.

"Kasus ini masih dilidik oleh Polsek Nongsa supaya jelas uraian yang sebenarnya terjadi agar masyarakat mengetahui yang terjadi," pungkasnya.

(jim)