Tiga Penyakit yang Sering Diderita Masyarakat Kepri, Salah Satunya Darah Tinggi
Ilustrasi
Batam - Momen pergantian tahun dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Riau (Kepri) mengenai penyakit yang selama ini menggerogoti warga.
Kepala bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinkes Kepri, Sulastri mengatakan, adapun penyakit yang mendominasi di Kepri menyangkut masalah metabolisme.
"Hingga kini penyakit metabolik masih berada pada persentase teratas," kata dia, Jumat (28/12/2018).
Tercatat hingga akhir 2018 ini, ada tiga penyakit dengan persentase tertinggi dari data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kepri. Ketiganya yakni, Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sekitar 31,73 persen, kemudian Hipertensi sebanyak 16.91 persen dan terakhir yaitu, Nasopharingitis 9.86 persen.
Dilansir dari aladokter, berikut ini ulasan masing-masing tiga penyakit tersebut:
1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
Infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut sebagai ISPA adalah infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernafasan), atau bahkan paru-paru. ISPA merupakan penyakit yang mudah menular.
Gejala umum ISPA seperti sering bersin, hidung tersumbat atau berair, para-paru terasa terhambat, batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit. Kemudian, kerap merasa kelelahan dan timbul demam.
Pola hidup higienis atau sehat bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap ISPA, seperti mencuci tangan secara teratur setelah beraktivitas, perbanyak konsumsi makanan kaya serat dan vitamin. Berolahraga secara teratur juga bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penularan infeksi dan menghindari merokok.
2. Hipertensi
Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah (arteri).
Tekanan darah normal berkisar di angka 120/80 mmHG. Tekanan darah tinggi jika diatas 140/90 mmHG yang mana nantinya akan mengganggu sirkulasi darah.
Beberapa tindakan pencegahan untuk membantu mengatasi hipertensi seperti diet seimbang dan rendah garam, olahraga teratur, tidak merokok dan tidak minum alkohol, berusaha menurunkan berat badan jika mengalami obesitas.
3. Nasopharingitis
Kanker nasofaring adalah jenis kanker tenggorokan yang terjadi pada lapisan luar nasofaring. Nasofaring merupakan salah satu bagian pada tenggorokan bagian atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut.
Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa benjolan pada tenggorokan, penglihatan kabur, hingga kesulitan membuka mulut.
Tindakan pencegahannya seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, hindari minum alkohol, merokok dan yang terakhir rutin berolahraga.
(sya)
Komentar Via Facebook :