Kecelakaan maut di Mata Kucing

Keluarga Histeris dan Pingsan Lihat Jenazah Marnis

Salah seorang keluarga pingsan melihat jenazah Marnis, korban kecelakaan di Mata Kucing. (Foto: Yude/Batamnews)

Batam - Stefani tak kuat menerima kenyataan pahit. Anak sulung dari Marnis (44) korban tewas ini langsung lemas saat melihat sang ibu terbujur kaku. Marnis meregang nyawa di jalan usai kecelakaan di Jl Diponegoro, kawasan Mata Kucing Jalur Sekupang - Batuaji, Selasa, (11/12/2018) subuh.

Suara tangsian pecah di beranda kamar jenazah RSUD Embung Fatimah itu. Fani terlihat semaput, tubuhnya menggigil dengan kenyataan ini.  "Fani mau ikuut maaa. Maamaak," ucapan yang keluar dari bibirnya yang tampak pucat.

Para kerabat dan keluarga berusaha menenangkan gadis ini. Kematian Marnis bak petir di siang bolong.

 

Stefani, anak sulung Marnis, korban tewas kecelakaan di kawasan Mata Kucing

 

Baca juga: 

Dua Korban Tewas Kecelakaan Maut 5 Kendaraan di Mata Kucing

Corolla Maut Sapu 5 Pemotor di Mata Kucing, Korban Selamat: Kami Ditabrak Semua!

Driver Gojek Tewas Kecelakaan di Batam

Mery sepupu korban sampai pingsan ketika melihat jenazah saudaranya itu. Para keluarga meratapi kematian Marnis yang tragis.

Salah satu tetangga Marnis, Iin mengatakan, almarhumah dikabarkan hendak pergi ke pasar Jodoh untuk berbelanja. Dia memilih melewati Sekupang karena menghindari jalanan macet di Batuaji.

Marnis tinggal di daerah Sagulung Baru. Wanita yang baru saja bercerai dengan suaminya itu meninggalkan 3 orang anak.

Marnis menjadi satu dari dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan bersama Abdul Kadir. Ada dua orang lagi yang masih kritis dan masih dirawat, namun identitasnya belum diketahui.

Sedangkan sopir mobil dikabarkan sudah berada di Polresta Barelang untuk dimintai keterangan.

(ude)