Konversi Mitan ke Gas di Karimun Dimulai, Ini Jumlah Kuotanya

Konversi Mitan ke Gas di Karimun Dimulai, Ini Jumlah Kuotanya

Warga Kelurahan Harjosari, Kabupaten Karimun menerima paket gas elpiji dan kompor gas gratis. (Foto: Edo/Batamnews)

Karimun - Kendati sudah diusulkan sejak 2016, konversi minyak tanah ke gas elpiji di Karimun baru terlaksana akhir tahun 2018.

Pemkab Karimun menargetkan pendistribusian kompor dan tabung gas gratis hingga pertengahan Desember ini.

Pendistribusian sebanyak 45.857 paket gas 3 Kg kepada masyarakat dan pelaku usaha di 71 desa dan kelurahan pada 12 kecamatan Se-Kabupaten Karimun.

"Hari ini kita sama- sama mendistribusikan elpiji dan peralatannya. Ini merupakan bantuan gratis yang diberikan Pemerintah pusat," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kamis (6/12/2018).

Sementara, untuk isi ulang gas akan difokuskan pada lima agen yang telah ditunjuk untuk pendistribusian.

Sementara ini, harga isi ulang elpiji di Karimun senilai Rp 25.000. Harga eceran tertinggi (HET) telah ditetapkan sebesar Rp 26.000.

"Tapi di Kecamatan Moro dan Durai harga sedikit lebih tinggi, karena dilihat dari jarak yang ditempuh. Ada biaya tambahan distribusi," ujar dia.

Rafiq mengatakan, berdasarkan data masyarakat kurang mampu tahun 2018 meningkat sekitar 70 ribu jiwa, dari tahun 2015 lalu berjumlah 45.857 saat diusulkan.

Maka saat ini minyak tanah masih digunakan namun untuk pasokannya dikurangi. Masih banyak masyarakat yang menggunakan minyak tanah.

"Minyak tanah tidak sekaligus dihapuskan, karena masih banyak masyarakat yang menggunakan. Apabila seluruh masyarakat Kabupaten Karimun sudah mendapatkan paket konversi LP 3 Kg ini baru kita stop pasokan minyak tanah," katanya.

Terpisah, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Ditjen Migas Kementerian ESDM Alimuddin Baso mengatakan, ini merupakan program strategis, dimana program ini juga menyongsong infrastruktur yang ada.

"Untuk penambahan kuota yang ada pada saat ini, kita akan lihat kemampuan APBN jika memungkinkan untuk meningkatkan kuota di Kabupaten Karimun akan kita lakukan. Kita sudah minta kepada tim untuk dilakukan verifikasi agar program ini lebih tepat sasaran," kata Alimuddin.

(aha)