Warga Suku Laut Pulau Akat di Lingga Segera Miliki Musala

Warga Suku Laut Pulau Akat di Lingga Segera Miliki Musala

Camat Senayang, Kimat Awal bersama warga suku laut Pulau Akat ketika meninjau lokasi pembangunan musala di pulau tersebut (Foto:ist/Batamnews)

Lingga - Warga suku laut Pulau Akat, Desa Laboh, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga mendambakan tempat ibadah. Selama ini, mereka yang mayoritas umat muslim itu belum memiliki musala, surau ataupun masjid.

Permintaan warga tersebut mencuat setelah salah seorang staff di Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Bapelitbang) Lingga melakukan pendataan di pulau itu beberapa waktu lalu. Sambil mendata, sebagian warga pun menyampaikan keluhannya terhadap keinginan adanya musala di tempat tinggal mereka.

Baca: Warga Suku Laut di Lingga Dambakan Masjid

Menanggapi keluhan warganya itu, Camat Senayang, Kimat Awal pun langsung turun ke lokasi, Senin (3/12/2018). Ia memastikan apakah benar di Pulau Akat belum berdiri tempat ibadah.

"Saya sudah turun ke lokasi bersama perangkat desa. Untuk tempat ibadah, sudah dianggarkan pihak desa menggunakan anggaran dana desa tahun 2018 ini," kata Kimat kepada Batamnews.co.id, Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan, rencananya pembangunan musala itu akan selesai dalam waktu sekitar 15 hari. Artinya, sebelum tahun 2019 mendatang, warga setempat sudah memiliki tempat ibadah yang layak.

"Materialnya sudah ada. Nantinya musala ini dibangun menggunakan kayu. Tongkatnya saja yang di semen. Sementara lantai dan dinding menggunakan kayu," ujarnya.

Kimat berharap, pembangunan musala itu dapat segera dikerjakan, sehingga bisa digunakan masyarakat untuk shalat berjamaah. Diketahui, di pulau ini dihuni oleh warga suku laut asli, sekitar 30 kepala keluarga (KK).

Selama ini, dalam menjalankan ibadah sehari-hari mereka memanfaatkan rumah masing-masing.

(ruz)