8 Negara Bahas Restorasi Gambut di Batam
Diskusi Badan Restorasi Gambut bersama 7 negara di Batam. (Foto: istimewa).
Batam - Badan Restorasi Gambut (BRG), mengadakan Peatland Roundtable Discussion lanjutan program ITPC (International Tropical Peatland Center) dalam 2nd Tropical. Kegiatan ini dilakukan bersama Balai Litbang Inovasi dan Kementrian Hidup dan Kehutanan RI (BLI-KLHK).
Kepala BRG, Nazir Foead mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan pertama kali di Kota Batam.
“Para pakar diajak berkumpul untuk membahas apa saja kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama untuk mendukung agenda restorasi gambut tropis Indonesia ataupun ataupun negara lain," ujar Nazir di Hotel Aston Kota Batam, Senin (12/11/2018).
Saat ini Indonesia mempunyai hampir 15 juta hektare gambut. Namun keadaannya sudah lebih dari setengah masih utuh, dan sisanya sudah dikelola dan tidak dikelola dengan baik.
Untuk itu, kegiatan yang berlangsung selama 4 hari akan membahas permasalahan tersebut, serta merumuskan langkah-langkah yang diperlukan dalam kanian serta pengelolaan ekosistem gambut tropis berkelanjutan.
“Dan kita menyambut baik inisiatif kerjasama internasional dalam pembelajaran ekosistem gambut tropis,” katanya.
Sementara itu, Kepala BLl-KLHK, Agus lustianto, menambahkan bahwa pembentukan ITPC ini sangat dibutuhkan untuk mendukung masifnya kegiatan dengan pengetahuan terkini. Kemudian juga terkait inovasi baru yang dihasilkan dari penilitian dan pengembangan.
“Pengelolaan lahan gambut di Indonesia sudah mendapat pengakuan dari negara-negara di dunia sebagai suatu pencapaian besar,” ujar Agus.
President of International Peatland Society (IPS), Gerald Schmilewski menyampaikan pertemuan ini nantinya akan berkontribusi pada penurunan emisi karbon dan pengendalian perubahan iklim dunia.
"Anggota IPS dari 7 Negara, yakni Jerman, lnggris, Jepang. Vietnam, Malaysia, Singapura dan Australia, turut hadir dalam diskusi ini," katanya.
Kegiatan ini juga didukung oleh para mitra yakni International Peatland Society (IPS), Japan Peatland Society UPS, Research Institute for Humanity and Nature (RlHN) serta Himpunan Gambut Indonesia (HGI).
Selain mengadakan pertemuan, forum ini juga akan mengunjungi area kerja restorasi BRG. Diantaranya Desa Lukun, Desa Set Tohor dan Desa Tanjung Sari di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Indonesia sebagai negara gambut tropis terbesar di dunia. Oleh sebab itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya bersama mitra-mitranya membentuk BRG.
(ret)
Komentar Via Facebook :