Orang-orang Ini Jadi Miliarder dengan Modal Menipu
Ilustrasi (Foto: liputan6.com)
Batam - Hasrat manusia untuk menjadi kaya raya yang tak dapat dibendung membuat mereka mengambil jalan pintas yang instan namun merugikan orang lain. Pundi-pundi kekayaannya diraih dengan cara menipu. Tak tanggung-tanggung, dari hasil menipu, kekayaan mereka bisa menembus miliaran.
Dari berbagai sumber, Merdeka.com merangkum orang-orang yang tajir dari hasil menipu.
1. Frank Abagnale, Ahli Memalsukan Cek
Frank Abagnale adalah seorang penipu yang sangat terkenal di era 60-an. Dia memiliki keahlian khusus dalam memalsukan cek. Dia pernah memiliki kekayaan sebesar USD 2,5 juta atau sekitar Rp 36 miliar dari hasil memalsukan cek di 26 negara.
Frank bisa berkeliling dunia karena dengan hebatnya mengaku sebagai pilot salah satu maskapai terkenal di AS. Dia juga sempat menyamar menjadi pengacara dan seorang guru.
2. Song Miqui
Pria asal China, Song Miqui adalah seorang penipu dengan total kekayaan menembus 1 miliar Ringgit, atau setara Rp 3,5 triliun, seperti dilansir Surat Kabar Thailand, The Nation. Miqui menjalankan bisnis sejenis multilevel marketing (MLM), diberi nama YSLM. Program investasinya, seperti lazimnya paket sejenis, menawarkan cara cepat kaya bagi setiap anggota yang menyetor modal.
Padahal jelas-jelas kegiatan pengumpulan dana ini tidak berbasis pemasaran barang, jadi murni aktivitas memutar uang (money game). Nyatanya, iming-iming bisa cepat kaya menyergap banyak orang di Malaysia dan China, lokasi kebanyakan korban Miqui.
3. Bernard Madoff
Bernard Madoff adalah pengelola otoritas bursa saham NASDAQ di AS. Namun ternyata dia nyambi menawarkan paket investasi bodong. Dia sukses menipu ribuan orang kaya, dengan kerugian miliaran Dolar. Dia dihukum 150 tahun penjara serta dituntut membayar ganti rugi sebanyak USD 170 miliar.
4. Nenek Kaya di China Mengemis Setiap Hari
Seorang wanita berusia 79 tahun yang sehari-hari mengemis di stasiun kereta Hangzhou menjadi pusat perhatian. Dilansir Shanghaiist, sang nenek yang tidak disebutkan namanya ini mengklaim mengemis untuk mengumpulkan uang agar bisa menyewa perawat saat sudah tua nanti.
Rupanya wanita itu berasal dari keluarga yang cukup berada. Dia tinggal di flat lima lantai dan memiliki sejumlah properti yang disewakan di kota tersebut. Dia sendiri tercatat sebagai pemilik sejumlah toko.
(aiy)
Komentar Via Facebook :