Kapolda Kepri Silaturahmi ke Markas Batamnews

Irjen Andap di Batamnews: Kita Tengah Menghadapi Asimetris Proxy

Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto (kanan) saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Batamnews.co.id di markas Batamnews, Batam Centre, Batam. (Foto: Johannes/Batamnews)

Batam - Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Andap Budhi Revianto sudah tiga kali menjabat sebagai Kapolda. Tentu saja berbagai pengalaman telah ia petik.

Ada beberapa hal yang ia tentunya ia hadapi dalam memimpin sebuah wilayah. Terutama dari sisi karakter masyarakat dan demografi wilayah.

"Karakter masyarakat di masing-masing daerah itu berbeda, tentu harus kita pahami dengan baik," ujar Irjen Andap Budhi Revianto saat berkunjung ke batamnews.co.id, Rabu (31/10/2018).

Andap memiliki langkah-langkah tertentu ketika menjabat sebagai Kapolda. Salah satunya memetakan karakter masyarakat, memahami kultur, serta demografi.

Irjen Andap Budhi Revianto (Foto: Batamnews)

Ada satu prinsip yang terus ia pegang hingga saat ini. "Kita (Polri) harus menyadari bahwa kita diberi amanah memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak boleh sombong," ujar Andap.

Andap juga menyadari, saat ini perkembangan teknologi dan informasi, membuat masyarakat lebih aktif di media sosial. Bahkan kerawanan-kerawanan dalam keamanan juga terjadi di dunia maya.

Baca juga: Silaturahmi ke Batamnews, Kapolda Kepri Irjen Andap: Batamnews Luar Biasa...

"Saat ini yang kita hadapi adalah (perang) asimetris (perang asimetris). Di mana ada orang yang mewakili kepentingan orang lain, untuk mencapai kepentingannya, terutama di media sosial dan internet, melalui informasi tertentu, ini yang tentunya menjadi tantangan bagi kita," ujar Andap.

Untuk itu, Andap pun berharap, media sebagai ujung tombak penyampaian informasi kepada publik, bisa bersinergi dengan kepolisian dalam menghadapi ancaman-ancaman dari perang asimetris tersebut.

Pasalnya, perang asimetris yang terjadi saat ini sangat sulit dihadapi dan butuh sinergi semua pihak, termasuk masyarakat, media, serta aparatur negara, serta lainnya. 

Dalam perang asimetris ini, interaksi masyarakat sangat masif baik yang sifatnya positif maupun negatif. Baik itu hoaks ataupun propaganda. Hal itu biasanya digunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu untuk mencapai sebuah tujuan. Seperti yang terjadi dalam sejarah-sejarah masa lalu.

"Untuk itu sebagai anggota Polri kita harus lebih proaktif menyikapinya," ujar jenderal bintang dua ini. 

Jadi tak heran, bagi Andap, bertugas di mana saja, prinsipnya tak pernah berubah.

"Di manapun ditugaskan harus siap. Yang membedakan biasanya karakter sosial, masyarakat dan tren kriminalitas di suatu wilayah," kata Andap.

Andap menyampaikan hal tersebut setelah berhasil memimpin Polda Sulawesi Tenggara dan Polda Maluku. 

Kata Andap, ada beberapa hal yang ia tanamkan selalu dalam menjalankan tugas, terutama terkait komitmen penuh terhadap tugas yang diberikan. Dengan memegang teguh komitmen, hasil yang dicapai takkan jauh dari target.

"Kedua adalah komitmen kita kepada masyarakat. Ini menyangkut nurani dan kata hati," ujar dia.

Kemudian yang ketiga adalah capaian. Capaian ini bisa diraih jika komitmen dan konsistensi bisa dijaga serta seiring sejalan.

Sejauh ini, Andap mencoba menerapkan ketiga hal itu. Yang terpenting baginya, dia hanya ingin berbuat baik secara tulus.

Andap juga ingin selalu mawas diri.  "Tapi yang terpenting, hidup harus bermanfaat bagi semua, karena orang yang bermanfaat itu masuk surga," ujar jenderal bintang dua ini.

(dod/snw)