https://www.batamnews.co.id

Menanti Pertolongan Sang Captain Marvel

Suyono Saputro (Foto: Batamnews)

Cukup menarik memang menyimak dua pidato Presiden Joko Widodo dalam dua event yang berbeda, pertama, saat beliau tampil dalam acara World Economi Forum di Hanoi, Vietnam tanggal 12 September 2018 lalu, dan saat membuka Annual Meeting IMF dan World Bank di Bali, pekan lalu.

Di Hanoi, presiden menyinggung kondisi perang dagang ibarat perang tanpa batas atau infinity war yang melibatkan negara-negara raksasa yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi negara berkembang.

Namun Jokowi menganalogikan dirinya dan negara-negara berkembang sebagai bagian dari Avengers yang siap menghadapi dominasi Thanos yang ingin menguasai dunia, in just one click!

Dalam film besutan Marvel yang berjudul The Avenger: The Infinity War itu memang sangat disayangkan tim Avenger yang dipimpin Captain America dan Iron Man kalah telak menghadapi Thanos seorang. Mereka gagal menyelamatkan enam cincin yang diincar Thanos sebagai sumber kekuatan abadinya untuk menguasai dunia.

Menurut Presiden, Thanos yang ambisius dan sanggup mengorbankan apapun bisa jadi menggambarkan kondisi dunia saat ini, dimana banyak negara berlomba menguasai sumber-sumber daya ekonomi produktif—at all cost, dan perkembangan disrupsi teknologi yang mulai menguasai hajat hidup ekonomi masyarakat.

Dan bukan kebetulan, Thanos yang ambisius dan powerful memang sulit dikalahkan terutama oleh negara-negara berkembang yang belum siap bertransformasi dari teknologi analog ke digital, dan beralih ke renewable resources. Terutama negara-negara yang bermodal technological resources, paling ekspansif di pasar negara berkembang termasuk di Indonesia.

Pidato kedua Presiden pekan lalu saat membuka Annual Meeting IMF – WB di Bali, dengan mengambil tema Winter is Coming dari serial televisi Games of Thrones (GoT). Kali ini, beliau mendapat standing applause dari para hadirin karena perumpamaan yang sangat pas dengan kondisi global saat ini.

Kepiawaian tim penulis pidato kepresidenan memang patut diacungi jempol, mengutip plot serial televisi dalam sebuah narasi yang menggambarkan situasi ekonomi tentu bukan hal yang mudah.

Persaingan global antar negara besar, ketimpangan ekonomi negara berkembang, dan perang dagang kembali menjadi tema yang diangkat Jokowi, seperti mengulang pidatonya di Hanoi, tapi kali ini, beliau memasukkan efek perubahan iklim sebagai ancaman besar bagi dunia jika tidak diantisipasi melalui kerjasama global.

Dalam serial GoT, Evil Winter atau White Walker adalah pasukan jelmaan pimpinan Night King yang mampu mengubah semua makhluk di sekitarnya menjadi zombie berbalut es. Setiap musim dingin, pasukan itu datang dari utara menuju selatan untuk menembus The Wall yang menjad tameng pelindung umat manusia.

Jokowi mengajak dunia untuk bersatu mencegah dampak perubahan iklim ini dengan mulai mengkampanyekan penggunaan energi terbarukan, menjaga kelestarian alam, dan kembali pada konsep sustainability development, bahwa pembangunan tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tapi juga terhadap sosial dan lingkungan. Winter is Coming!

Tapi apakah, analogi Thanos dalam Infinity War dan Evil Winter dalam Games of Thrones itu benar-benar untuk menggambarkan kondisi global saat ini? Atau mungkin lebih seksi jika kedua tokoh fiksi itu lebih tepat menggambarkan situasi persaingan menjelang pilpres 2019 mendatang?

Memang, ada banyak tulisan yang mengkait-kaitkan pidato Jokowi tersebut dengan pilpres tahun depan. Kubu Capres Nomor 01 tentu menganggap agresifitas Capres 02 untuk merebut kekuasan dianggap sebagai langkah ambisius, seperti Thanos.

Saya pribadi tidak sepakat jika pihak oposisi saat ini dianggap sebagai pihak yang ambisius dan haus kuasa sehingga menghalalkan segala cara. Dalam pesta demokrasi, semua punya hak yang sama untuk memenangkan kontestasi, dengan cara yang fair dan mematuhi aturan yang berlaku.

Tapi semoga saja semua asumsi itu salah, bahwa Thanos memang hanya ditujukan untuk menyindir Amerika Serikat dan China, dan Evil Winter adalah bahaya kerusakan lingkungan yang bakal terjadi bila dunia tidak bertindak apa-apa.

Menjelang 2019 ini, kira-kira event besar apa lagi yang akan dihadiri Jokowi? Saat itu, saya tidak berharap film Venom akan menjadi inspirasi bagi penulis teks pidato untuk secara eksplisit menyindir pihak-pihak yang berseberangan dengan si petahana.

Atau kalaupun mau menunggu, sebulan sebelum pilpres tepatnya pada Maret 2019, bakal tayang film Captain Marvel, seorang superhero paling kuat sejagad yang diciptakan oleh Marvel untuk menumpas Thanos. Pertarungan kedua tokoh fiksi itu akan terjadi pada Mei 2019 dalam Avengers 4.

Mungkin ini lebih tepat menggambarkan pertarungan dua pasangan capres, ntah siapa jadi Captain Marvel siapa jadi Thanos. Silahkan masing-masing pendukung memilih yang paling cocok. Hehehe...

Sepertinya manajemen Marvel Cinematic Universe (MCU) sadar betul momen-momen kritis yang bakal terjadi di Indonesia pada tahun depan, entah ini kebetulan atau kesengajaan? Wallahualam!

 

 


Berita Terkait