Pembunuh Bos Pertamina Ditangkap

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Wakil Kepala Pertamina Kabil Edy Juanda

Ini Kronologi Lengkap Pembunuhan Wakil Kepala Pertamina Kabil Edy Juanda

Pasangan kekasih yang menjadi pelaku pembunuhan pejabat Pertamina Batam diperiksa penyidik Polresta Barelang, Kamis 7 Mei 2015. (Foto: Alfi Kurnia)

Nurul

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Kasus pembunuhan terhadap Wakil Kepala Pertamina Depot Kabil Edy Juanda akhirnya terungkap. Dua pelaku, Yufrizaldi dan Irma berhasil ditangkap polisi di kos-kosan mereka.

Selain itu, polisi juga mengungkap motif pembunuhan terkait dengan pemerasan yang dilakukan pelaku setelah korban didapati berdua dengan Irma di kamar 201, Hotel Baloi Garden.

Pembunuhan terhadap pejabat Pertamina Kabil ini berawal saat Edy hendak mencari seorang PSK, untuk diajak berkencan.

Saat di perjalanan mencari seorang wanita, Edy yang menggunakan toyota Avanza Hitam berpapasan dengan Irma yang sedang duduk di samping pos sekuriti, salah satu hotel di Batam.

"Pas saya ketemu dia (Edy), dia nanya kok sendiri? Terus memarkirkan mobilnya dan mengajak saya ke Pasific. Lalu saya ikut dengannya," kata Irma, kepada Batamnews.co.id, di Polresta Barelang, Kamis (7/5/2015) siang.

Setelah Irma dan Edy mengobrol sambil duduk di atas mobil yang dikendarai Edy, korban pun berubah pikiran dengan mengajak Irma check-in di Hotel Baloi Garden.

Dan setelah masuk kamar hotel tersebut, Edy yang langsung membuka pakaian dan hanya mengenakan celana dalam, menanyakan tarif kepada Irma.

"Pas di hotel dia langsung buka baju dan celana, terus nanya mau dibayar berapa dan saya jawab om pegang duit berapa. Terus dia jawab Rp 300 ribu, kalau kurang nanti dia transfer," kata Irma.

Berselang 20 menit, Yufrizaldi yang sudah di SMS Irma datang ke hotel dan langsung membuka garasi kamar hotel tempat keduanya check in. Edy yang kaget dengan hal itu, dalam keadaan kamar gelap, langsung bersembunyi di kamar mandi.

Setelah Yufrizal masuk kamar dan menutup kembali pintu garasi, bertanya kepada Irma. "Dimana dia (Edy)? Dan Irma memberitahu kalau korban sembunyi di kamar mandi," tambah Yufrizal yang juga diperiksa di Polresta Barelang.

Lalu Yufrizal langsung membuka kamar mandi yang ditutup Edy, dan berkata,"Serahkan uang dan barang-barang kau. Tapi dia tak mau menyerahkannya dan langsung saya tikam lehernya," kata Yufrizal.

Tak hanya berhenti sampai di situ, Edy yang sudah masuk perangkap Yufrizal dan Irma pun melakukan perlawanan terhadap Yufrizal. Namun nahas, kondisi Edy yang sudah menerima beberapa tikaman dari Yufrizal, tak dapat berbuat banyak.

"Edy sempat melawan, bahkan kepalanya sempat dibenturkan ke tembok dan kondisinya yang sudah menerima beberapa tikaman, tak dapat berbuat banyak," ungkap Kombes Asep Safrudin yang turut menggelar ekspose kasus tersebt.

Setelah Edy tewas di cekik oleh Yufrizal, mayatnya pun dibungkus dengan seprai dan handuk kamar hotel tersebut.
Mayat korban lalu digotong Yufrizal dan Irma ke dalam mobil milik Edy dan di buang ke pinggir jalan daerah Rempang cate, Barelang, sebelum tempat pemakaman umum.

"Setelah Edy dibunuh, mayatnya dibuang ke daerah Rempang cate sebelum tempat pemakaman umum di sana," tambah Asep.

Setelah melakukan tindak kejahatan itu, Yufrizal dan Irma pun langsung pulang ke kosan mereka tanpa perasaan berdosa, mereka pun tinggal satu kosan berdua. "Setelah itu kami langsung pulang ke kosan," kata Irma.

[alf]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :