Penjual Mie Ayam Tersambar Api, Wajah dan Tangannya Melepuh

Pramono, pedagang mie ayam yang mengalami luka bakar mendapat perawatan di RSUD Tanjunguban. Foro: Ari/batamnews)

Bintan - Pramono (43), seorang pedagang mie ayam di Tanjunguban mengalami luka bakar cukup serius akibat tersambar api kompor gas dari gerobak jualannya, Selasa (19/9/2018).

Kapolsek Bintan Utara, Kompol M Jaswir mengatakan korban merupakan pedagang mie ayam yang sudah lama berjualan di Pasar Baru Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

"Pramono sama istrinya saat itu memasak air di gerobaknya. Lalu, mereka berdua meninggalkan gerobak itu dan pulang ke rumah mengambil bahan-bahan dan perlengkapan dagangannya," ujar Jaswir.

Ketika kembali ke Pasar Baru. Pramono dan istrinya langsung mengisi gerobaknya dengan bahan perlengkapan yang diambil dari rumah.

Selanjutnya, Pramono mengecek kondisi air yang dia masak. Ternyata air itu belum mendidih akibat api kompor gasnya padam. Pramono langsung memantikkan korek api untuk menghidupkan kompor kembali.

"Saat api dari korek gas itu didekatkan dengan kompor di gerobak. Api langsung menyambar gas dan membesar, kobaran api itupun mengenai wajah dan tangan. Akiabatnya korban mengalami luka bakar cukup parah," jelasnya.

Kobaran api yang menyambar Pramono padam seketika itu juga. Sehingga tabung gas yang berada di samping gerobaknya tidak sampai meledak atau masih dalam kondisi normal.

Dugaan sementara api itu spontan membesar dikarenakan keran kompor gas terbuka sehingga gas keluar dan mudah tersambar api.

"Karena kulit wajah dan tangannya melepuh, korban langsung dilarikan ke RSUD Tanjunguban guna mendapatkan perawatan medis. Kondisi gerobak mie ayam korban juga tidak terbakar dan masih dalam kondisi baik," ucapnya. 

(ary)
 

SHARE US :

Berita Terkait