Warga Pulau Laut Natuna Minta Perbaikan Akses Jalan

Warga Pulau Laut Natuna Minta Perbaikan Akses Jalan

Natuna - Sejumlah masyarakat Pulau Laut Kabupaten Natuna minta pemerintah Provinsi Kepri segera lakukan semenisasi pada akses jalan di Kecamatan Pulau Laut Natuna.

Pasalnya, jalan penghubung sepanjang 2 kilometer di tiga desa kecamatan di pulau yang menjadi perbatasan NKRI ujung utara Indonesia ini masih tanah merah.

Hal ini disampaikan Camat Pulau Laut, Sudirman saat dihubungi dari Tanjungpinang, (2/7/2018).

"Jalan yang menjadi akses satu – satunya di Desa Air Payang, Kadur dan Tanjungpala untuk menuju ke pemerintahan Kecamatan Pulau Laut sudah 11 tahun dirasakan masyarakat Pulau Laut," ujar Sudirman.

Sebelumnya, lanjut Sudirman Pemerintah Provinsi Kepri membuka jalan sepanjang 2 kilometer ini sejak tahun 2007 lalu.

"Namun hingga kini, akses jalan ini belum juga dilakukan semenisasi, sehingga mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat yang melewatinya," kata Sudirman.

Apalagi, lanjut Sudirman saat musim hujan jalan ini becek dan musim panas jalan ini berdilakukan sedebu dan berlubang.

Baca juga:

10 Negara yang Berbahaya Dikunjungi Perempuan

Balawista: Nining Dilaporkan Hilang dari Rombongan Bukan Tenggelam

 

“Untuk itu, kami memohon Pak Gubernur untuk membantu bangun jalan kami diperbatasan ini, sudah 11 tahun jalan ini belum disemenisasi”, kata Sudirman lagi.

Sementara itu, Pejabat sementara (PJS) kepala desa Air Payang Edi Sentano, meminta kepada Pemerintah Provinsi Kepri untuk  memprioritaskan perbaikan akses jalan sepanjang 2 kilometer tersebut.

Sementara itu, Oni Yusaino masyarakat pulau laut berharap pemerintah provinsi kepulauan riau segera membantu untuk menseminisasi jalan sepanjang dua kilometer yang masih bertanah menjadi bagus dan bisa dilaluinya dengan aman.

“Inikan jalan umum, saya berharap pemerintah provinsi kepri bisa membantulah karena saya sebagai masyarakat pekerja pengeret batu (pengangkut batu)  melalui jalan ini sangat terganggu sekali, karena jalan ini kurang mengizinkan, kita merasa bergoyang, badan merasa sakit karena jalan berlobang”, kata Oni.

(kin)


Berita Terkait