102 Penumpang Kapal Tenggelam Semuanya TKI, Begini Kronologinya

Kepala Badan Pertolongan dan Pencarian, Budi Cahyadi.

BATAMNEWS.CO.ID, Tanjungpinang - Kapal kayu yang tenggelam di perairan Johor Malaysia menuju Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (19/4/2018) sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, diduga mengakut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia.

Kapal kayu ini mengakut penumpang sebanyak 104 orang, tenggelamnya kapal ini diduga terbalik dihantam ombak.

Kini semua penumpang termasuk 4 orang Anak Buah Kapal sudah berhasil diselamatkan. Mereka dibawa menuju pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, menggunakan kapal Baladewa Polda Kepri.

"Penumpang kapal ada sebanyak 104 orang,  anak buah kapal (ABK) ada 4, jadi total keseluruhannya 106 orang, dan telah berhasil di selamat kan," kata Kepala Badan Pertolongan dan Pencarian, Budi Cahyadi.

Ia mengatakan, awalnya Kantor Badan Pertolongan dan Pencarian Tanjungpinang sekitar pukul 07.00 WIB pagi  mendapat informasi dari SAR Singapura, bahwa ada kapal tenggelam di perairan Horseburgh.

Setelah itu, kata Budi, Pihaknya memperdalam lagi informasi tersebut karena informasi yang didapatkan masih simpang-siur.

"Kita awalnya memperdalam informasi, sebab ada informasi tangga 14, ada juga tanggal 19,  setelah mendapat informasi pasti kami langsung menerjunkan kapal KM SAR Purworejo ke lokasi," ujarnya.

Adapun unsur yang terlibat melakukan evakuasi korban kapal tenggelam, kata Budi, Polda Kepri menerjunkan, kapal KN Baladewa, Lantamal IV Tanjungpinang menerjunkan dua kapal KRI, Pangkalan PLP Tanjung Uban dua unit kapal KN Sarotaman P112 dan KN Kalimashada P115.

"Pihak Singapura juga menerjunkan 5 unit kapal yakni, Kapal Coast Guard 2 unit, Kapal Police Marine 1 unit, Kapal Navy Unit, Bakamla 1 unit, sementara dari Malaysia Menerjunkan Km tegas dengan jumlah pertigaan 30 orang dan 21 Boat Kilat,"jelasnya.

(adi)