Heboh, Seorang Ibu Seret Balita Pakai Motor Sejauh 200 Meter

Heboh, Seorang Ibu Seret Balita Pakai Motor Sejauh 200 Meter

Balita yang diseret oleh ibunya sejauh sekitar 200 meter dengan motor. (foto: istimewa)

Indrawan

BATAMNEWS.CO.ID, Klaten - Seorang perempuan di Klaten yang diketahui bernama Santi menyeret putrinya yang masih berusia balita dengan sepeda motor. Aksi kejam warga Dusun Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, tersebut terekam kamera CCTV dan beredar luas di dunia maya.

Dalam video tersebut Santi yang melaju dengan sebuah sepeda motor metik, terlihat menggandeng tangan kanan anaknya di sisi kiri sepeda motor. Sementara tangan kanan Santi yang memegang stang gas sepeda motor. Balita yang diketahui berinisial DI (4) itu, tak mampu berlari mengikuti laju sepeda motor sang ibu hingga terseret.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah warga yang melihat kejadian tersebut berteriak meminta agar Santi menghentikan aksinya. Karena teriakan tersebut tak digubris, seorang warga memberanikan diri menghentikannya.

Sepeda motor yang dikemudikan Santi pun akhirnya terjatuh di lokasi yang tak jauh dari rumah Santi. Warga segera memberikan pertolongan kepada DI yang mengalami luka lecet di kedua lututnya.

Sedangkan, menurut tetangga pelaku, anak yang diseret tersebut tidak nangis saat diseret. Bahkan saat diperiksa dokter sang anak juga tidak menangis. Anak itu diseret sampai sekitar 200 meter.

Kepala Desa Paseban Eko Tri Raharjo membenarkan kejadian tersebut. Peristiwa miris itu, kata dia terekam oleh CCTV milik warga RT 3/ RW 15 bernama Wahyanto. Kondisi balita berbaju oranye tersebut saat ini sudah membaik, setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Bayat.

"Kejadiannya Kamis (8/2) petang kemarin sekitar pukul 17.30 WIB. Warga sudah minta dia berhenti, tapi setelah 300 meter terpaksa dijatuhkan," ujar Eko kepada wartawan, Jumat (9/2).

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono mengemukakan pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus tersebut. Sejumlah saksi, kata dia, sudah dimintai keterangan.

"Dari hasil keterangan keluarga, termasuk suami, pelaku mengalami depresi berat. Jadi sesuai KUHP dan KUHAP pelaku tidak bisa diproses hukum," jelasnya.

Namun, lanjut Kapolres, pelaku kemungkinan akan direhabilitasi ke rumah sakit jiwa

"Banyak warga yang menyaksikan peristiwa itu. Saat diteriaki warga, Santi (nama perempuan itu) akhirnya melepaskan anaknya setelah diseret dari rumahnya," kata Wahyanto, seorang warga.

Wahyanto menambahkan, setelah melepaskan anaknya, Santi dikabarkan menabrak tiga sepeda motor di Dukuh Pagerjurang, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Klaten, sekitar dua kilometer dari rumahnya.  "Santi hanya mengalami luka ringan di tangan kirinya dan sempat dirawat di Puskesmas Wedi," kata Wahyanto.

Karena DI terus menangis setelah tiba di rumah, Wahyanto pun membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Bagas Waras Klaten pada Kamis malam. Sedangkan Santi dikabarkan berada di rumah saudaranya di Kecamatan Delanggu.

(ind)
 
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait