Mitos Kanker Serviks, dari Pembalut hingga Nikah Muda
Ilustrasi penderita kanker serviks. (foto: ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID – Kanker serviks masih menjadi momok terbesar bagi kaum wanita. Pasalnya, satu dari 20
wanita di Indonesia terdeteksi mengidap virus HPV.
Banyaknya kasus kanker serviks, memicu ragam opini dari penyebab kasus tersebut. Berikut mitos dan fakta terkait
penularan virus HPV pemicu kanker serviks seperti dipaparkan oleh Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi
Indonesia, Prof. dr. Andrijono SpOG(K) kepada VIVA.
1. Pembalut
Info yang beredar, pembalut dapat memicu kanker serviks. Padahal, pembalut yang diperjualbelikan, sudah
seharusnya aman dari virus HPV pemicu kanker serviks.
2. Bertukar celana dalam
Virus HPV dapat menular melalui banyak hal, termasuk celana dalam. Jika pemilik celana dalam tersebut memiliki
virus HPV, saat dipinjamkan, bisa saja menularkan virus tersebut.
"Sebaiknya jangan bertukar celana dalam karena bisa tularkan HPV. Apalagi, kalau celananya makin lembap, virus
makin senang berkembangbiak di kondisi itu," jelas Prof Andri.
3. Penularan lewat tangan
Jangan salah, karena virus HPV mudah menular bahkan melalui tangan. Saat virus HPV menempel di tangan, lalu
mengonsumsi makanan tanpa mencuci tangan, virus itu bisa masuk ke dalam mulut dan berkembang di dalamnya.
"Jadi, kasus virus HPV di mulut sudah banyak ditemukan saat ini. Karena malas cuci tangan, orang jadi terjangkit
virus HPV ini," tegasnya.
4. Menikah usia muda
Ya, menikah muda menjadi salah satu alasan kuat kanker serviks semakin banyak mencuat. Sebab, serviks wanita di
usia 19 tahun ke bawah, masih terlalu muda dan mudah dipenetrasi virus. "Serviksnya belum kuat betul untuk
melawan virusnya."
(ind)
Komentar Via Facebook :