Penjahat Seksual di Batam Juga Ada Orang Asing, Begini Respon KPPAD
Ketua KPPAD Kepri, Eri Syahrial (Foto: Ilham Yude/ Batamnews)
BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri menggiatkan upaya pencegahan terhadap pelajar yang terlibat prostitusi di Batam.
Ketua KPPAD Kepri, Ery Syahrial menanggapi tingginya kasus pencabulan di Batam dan prostitusi pelajar. Ia mengatakan, KPPAD selalu berupaya melakukan pencegahan terhadap kasus tesebut.
“Kami selalu berupaya melakukan pencegahan, sosialisasi dengan program masuk sekolah misalnya. Kemudian memperkuat keluarga dengan pendidikan pranikah,” ujar dia, saat dijumpai di Polresta Barelang, Rabu (29/11/2017).
Ery menyebutkan nantinya juga mereka akan berupaya menyelesaikan kasus-kasus di daerah rentan prostitusi dan daerah rawan pencabulan.
“Kita nantinya juga akan menyelesaikan kasus-kasus di daerah-daerah rentan, tapi untuk sekarang kami belum bisa mengcover semua. Nantinya juga di daerah rentan itu, masyarakatnya akan kita edukasi dengan sosialisasi,” terang dia.
Lanjut Ery, Batam sebagai jumlah penduduk terbanyak di Kepri, kemudian dinamika masalah kependudukan di Batam ini sangat kompleks.
Batam juga penyumbang angka kejahatan seksual, yang memiliki tingkat kejahatan seksualitas terhadap anak tertinggi di Provinsi Kepri.
“Misalnya salah satu contoh, itu pelaku kejahatan seksual dilakukan oleh orang asing juga terjadi di Batam. Dalam dalam November saja ada dua pelaku orang asing yang melakukan kejahatan seksual terhadap anak,” kata dia.
Artinya menurut Ery, kedekatan dengan luar negeri juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya tindak kejahatan seksual tersebut.
“Kemudian Batam menjadi daerah transit, Batam juga ada wisata. Itu juga bisa menjadi faktor juga yang harus kita pertimbangkan,” ujarnya.
(yud)

Komentar Via Facebook :