Harapan Baru Batam; Taman Digital Nongsa Senilai Rp6,6 Triliun
Foto: lihat.co
SEBUTKAN nama Nongsa di Batam, maka pikiran orang akan melayang pada resor yang menawan dengan pantai yang disukai kalangan atas.
Padahal, di lokasi yang hanya berjarak 40 menit naik feri dari Singapura ini sedang dirancang sebuah taman teknologi senilai $700 juta (sekitar Rp6,687 triliun, kurs dolar singapura Rp 9 553). Nongsa akan menjadi pusat data internasional, sebuah inkubator untuk start-up dan apartemen untuk para technopreneurs dan programmer.
Bernama Nongsa Digital Park, mega proyek ini membutuhkan lahan seluas 100 hektare, ini sedikit lebih luas dari Singapura Botanic Gardens.
Ini adalah proyek terbaru dari Infinite Studios, perusahaan hiburan terpadu berbasis di Singapura yang telah memproduksi film dan serial TV animasi dengan menggunakan fasilitas di Nongsa, termasuk Serangoon Road HBO Asia dan The Garfield Show.
Chief Executive Infinite Studios, Michael Wiluan, mengatakan kepada The Straits Times bahwa taman tersebut akan menjadi "kampus digital gaya hidup yang pada dasarnya memungkinkan orang untuk tinggal atau bermain".
Proyek pengembangan Nongsa Digital Park, Batam, dimulai akhir ini. Adalah Citramas Group yang akan melaksanakan pembangunannya. Bahkan, master plan megra proyek ini pun sudah disiapkan.
Lahan yang digunakan juga adalah milik putra konglomerat Kris Wiluan, bos Citramas Group, itu. Konglomerat minyak dan gas ini memang memiliki tanah yang luas di Nongsa mencakup taman digital, lapangan golf sembilan lubang, terminal feri Nongsapura dan Turi Beach Resort.
***
PADA 25 April, Gubernur Nurdin Basirun bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Batam, mereka membahas cara untuk memperluas kerja sama antara kedua belah pihak di bidang pariwisata dan ekonomi digital.
Nurdin berharap di Batam akan hadirnya perkantoran yang sebagai sebuah tempat terbuka, disinari dengan baik dan berventilasi bagus, dan melibatkan "campuran semi industri nan hijau". Lalu ada kereta golf, mobil listrik dan sepeda yang melintasi jalan pribadi.
"Warga yang tinggal di sini akan menjadi tulang punggung pemeliharaan teknologi, termasuk dalam rekayasa backup, pengolahan data dan layanan pelanggan," kata Nurdin.
Batam, adalah sebuah pulau berpenduduk sekitar 1,2 juta jiwa yang bertetangga langsung dengan Singapura. Batam daerah yang tak rawan bencana dan biaya operasional di sini jauh lebih rendah dibanding Singapura.
"Sayangnya Batam memiliki banyak pers negatif, orang-orang pergi ke sana langsung muncul image memiliki istri kedua, istri ketiga, bermain golf," kata Wiluan. "Tapi Batam layak mendapat komunitas investor dan pelopor yang berpikiran sama yang membangun pulau ini."
Proyek ini datang saat pemerintah Singapura dan Indonesia mengeksplorasi cara untuk memperluas kerja sama bilateral di industri baru.
"Tahap pertama Nongsa Digital Park diharapkan selesai pada akhir tahun, akan berdiri tiga blok kantor dua lantai yang dipasang," kata penasihat senior Infinite Studios, Marco Bardelli.
***
PERDANA Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu November lalu, saat mereka menyambut baik kolaborasi antara pemain sektor swasta dari kedua negara di sektor ekonomi digital Batam.
Seorang juru bicara Dewan Pengembangan Ekonomi mengatakan kepada The Straits Times bahwa agensi tersebut, "bersama dengan instansi terkait lainnya, siap untuk menghubungkan perusahaan dengan operator taman dan manajer fasilitas".
Badan perdagangan Singapura infocomm Technology Federatesaid telah mengorganisir kunjungan bagi perusahaan untuk mengeksplorasi peluang ekspansi di pulau ini.
"Lokasi Nongsa sangat strategis untuk perusahaan teknologi regional dan Singapura yang ingin memperluas wilayah ini," kata Singapore Enterprise Chapter Alicia Bok.
Namun pengamat industri Alfred Siew memperingatkan bahwa banyak technologi park yang menggelepar karena mereka tidak cukup menarik bagi bisnis sejenis yang saling mendukung. "Ini harus cukup menarik bagi orang-orang yang ingin pergi ke sana daripada di Jakarta, di mana ada juga talenta dan banyak start up," katanya.
***
ANGIN segar tentang Nongsa Digital Park berembus dari Jakarta. Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sammy Abrijani Pangarepan menyatakan pembangunan Nongsa Digital Park sangat memungkinkan untuk mewujudkan Silicon Valley.
"Pembangunan Nongsa Digital Park sejalan dengan program kami untuk mewujudkan Indonesia: The Digital Energy of Asia sehingga patut untuk diberikan dukungan," kata Sammy kepada antaranews.com di Jakarta, Selasa.
Sammy mengatakan pemerintah siap untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Nongsa Digital Park termasuk dengan mengundang investasi asing sepanjang tetap berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Hadirnya startup di Nongsa Digital Park juga akan mempermudah untuk menggandeng pemilik modal. Mereka tidak perlu mencari-cari ke berbagai wilayah Indonesia namun cukup ke Batam," jelas Sammy.
Sammy mengatakan nilai transaksi digital ekonomi di Indonesia saat ini mencapai 130 miliar dolar AS, untuk peningkatan selanjutnya seluruh komponen masyarakat seharusnya terlibat untuk pengembangan startup di Indonesia dengan didukung SDM TI berkualitas.
Pemerintah, menurut Sammy, dapat memberikan kebijakan khusus agar startup dapat berkumpul di Nogsa Digital Park salah satunya mendorong pengelola menyediakan infrastruktur pusat data dan cloud yang murah, kemudahan mendapatkan pendanaan, ketersediaan SDM, serta pasokan listrik 24 jam nostop.
"Kami punya program mewujudkan 1.000 startup di Indonesia dengan tujuan menjaring anak muda yang memiliki ide brilian dan kreatif, kami berikan bantuan berupa pelatihan, workshop, sampai mengeksekusi program, serta menyiapkan inkubator untuk menggandeng pemilik modal," ujar Sammy.
Tentu itu semua dapat diwujudkan di Nongsa Digital Park. ***
Komentar Via Facebook :