Begini Testimoni Korban Terjebak Investasi Bodong Dream For Freedom

BATAMNEWS.CO.ID, Batam - Berbagai cara pelaku investasi bodong mengakali para korbannya. Salah satunya dengan menyebutkan investasi tersebut bukan MLM atau money game namun berbentuk komunitas yang saling membantu.

“Jadi setiap members saling bantu, awalnya dikatakan bukan MLM atau money game,” ujar Rara Ciku, seorang korban kepada batamnews.co.id, Senin (7/11/2016).

Rara semula sempat tak percaya dengan investasi-investasi semacam itu. Namun cara pelaku memprospek memang cukup lihai terutama saat acara seminar.

“Saat seminar D4F di beberapa hotel di Batam dibilang sudah aja izin. Peserta yang datang ribuan. Ternyata itu bullshit semua,” ujar Rara.

Menurut Rara, ia sudah bergabung dengan Dream For Freedom/Nesia itu sekitar sekitar Maret-Juni 2015. 

Rara juga sempat melihat foto Filli Muttaqien, owner Dream For Freedom bersama bersama Jusuf Kalla. Selain itu peserta yang disebutkan bergabung mulai dari polisi hingga gubernur.

“Temen-temen saya juga percaya. Mereka serius. Itu meyakinkan. Padahal dulu speedline saya nggak percaya,” ujar dia. 

Kemudian, bagi anggota yang sudah mendaftar ditawarkan bermacam investasi.

“Cara main investasi Rp 5 juta, dapat 1 persen keuntungan setiap hari, ada pilihan Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 30 juta,” ujar dia.

Rara kemudian teriur mencoba senilai Rp 10 juta.

 

[snw]