Gaji Archandra Tahar di Amerika Bikin Melongo
Arcandra Tahar. (foto: ist/net)
BATAMNEWS.CO.ID, Jakarta - Sebelum diangkat menjadi menteri, Arcandra Tahar masih menduduki posisi Presiden Direktur Petroneering di Houston, Amerika Serikat.
Petroneering sebuah perusahaan pengembangan teknologi dan engineering yang fokus dalam desain dan pengembangan kilang offshore.
Dikutip dari glassdoor, gaji rata-rata seorang Presiden Direktur adalah sebesar USD 135.046 atau jika dikonversikan sebesar Rp 1,77 miliar per tahun.
Perhitungan gaji ini berdasarkan hitungan rata-rata sebanyak 946 posisi Presiden Direktur berbagai perusahaan yang ada di Houston.
Sedangkan gaji sebagai Menteri ESDM, berdasarkan data Kementerian Keuangan tahun 2005, gaji total menteri negara sebesar Rp 18.648.000.
Angka tersebut terdiri dari gaji pokok sebesar Rp 5.040.000 dan tunjangan jabatan sebesar Rp 13.608.000.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul yakin Arcandra Tahar akan diangkat kembali menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo.
"Feelingku Arcandra akan diangkat lagi, itu feeling saya. Karena itu aset lho. Orang hebat, dia bisa memangkas operasional itu hinggan triliunan," kata Ruhut di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2016).
Ruhut menilai masalah dwi kewarganegaraan yang dialami Arcandra bukan hal yang berat. Setiap orang jenius yang masuk ke Amerika, katanya, pasti ditawari untuk naturalisasi. "Aku melihat dia (Arcandra) jenius. Dia mempunyai berapa potensi yang diakui dunia. Kau pun, atau orang kayak aku ini, kalau di Amerika pasti dibujuk juga kok. Dikasih fasilitas yang begitu-begitu (naturalisasi)," ujar Ruhut.
Ruhut tidak heran Arcandra memiliki kewarganegaraan Amerika. Sebab, hal tersebut merupakan instrumen untuk melancarkan bisnis.
"Dia banyak klien yang kaitan dengan Amerika. Jadi kemana-mana kan identitasnya harus Amerika, itu saja kok. Jadi ada masalah administrasi, tapi dia tetap Indonesia," tutur Ruhut.
Mengenai administrasi Arcandra, menurut Ruhut bisa dibereskan. "Sebenarnya nggak usah dirapikan juga nggak apa-apa administrasinya. Dia Indonesia kok. Tapi Bapak Presiden, kita mengerti dia tidak mau ada kegaduhan," ujar Ruhut.
(ind/bbs)
Komentar Via Facebook :